Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Juni 2026 | 21.30 WIB

SGU Tegaskan Pentingnya Kampus Relevan dengan Industri Melalui Magang dan Beasiswa

Rektor Swiss German University (SGU) Dr. Dipl.-Ing. Samuel Priyantoro Kusumocahyo. - Image

Rektor Swiss German University (SGU) Dr. Dipl.-Ing. Samuel Priyantoro Kusumocahyo.

JawaPos.com - Swiss German University (SGU) menegaskan pentingnya keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri dalam menyiapkan talenta yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program beasiswa, magang, dan pembelajaran berbasis pengalaman industri yang dirancang agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.

Komitmen tersebut disampaikan Rektor SGU Samuel P. Kusumocahyo dalam agenda Endress+Hauser Indonesia Education Forum 2026 bertema “From Potential to Impact: Co-creating Talent through Dual Vocational Partnerships”. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, industri, pemerintah, dan organisasi internasional untuk membahas pengembangan sumber daya manusia di tengah transformasi industri dan digitalisasi.

Samuel menilai, pembelajaran yang dipadukan dengan pengalaman kerja nyata menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lulusan yang siap bersaing secara global.

Salah satu bentuk implementasi pendekatan tersebut adalah melalui pemberian beasiswa bagi para profesional yang akan menempuh pendidikan magister (S2) di SGU. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas wawasan peserta melalui pendidikan yang mengintegrasikan perspektif akademik dan kebutuhan industri.

Selain beasiswa, mahasiswa juga memperoleh kesempatan menjalani program magang di lingkungan industri seperti Endress+Hauser untuk mendapatkan pengalaman kerja secara langsung. Pada 2026, salah satu peserta magang adalah Christopher Balck, mahasiswa pertukaran di SGU asal Ernst-Abbe-Hochschule Jena, Jerman. Kehadirannya mencerminkan lingkungan internasional yang dibangun SGU dalam memberikan pengalaman global kepada mahasiswa.

SGU juga menerapkan Dual Vocational System, yakni model pendidikan yang menggabungkan pembelajaran di kampus dengan praktik kerja di industri. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan profesional sejak masih menempuh pendidikan sehingga lebih siap memasuki dunia kerja.

Samuel menegaskan bahwa pengembangan talenta tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perlu didukung pengalaman langsung di dunia industri.

"Kami sangat mengapresiasi komitmen Endress+Hauser dalam mendukung pengembangan talenta melalui berbagai program kolaboratif yang telah berjalan bersama SGU. Penyerahan beasiswa pada forum ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan bagi para penerima, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Melalui program beasiswa, magang, dan Dual Vocational System, kami berharap semakin banyak talenta muda yang siap berkontribusi dan bersaing di tingkat global," ujar Samuel.

Dalam kesempatan tersebut, SGU juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri untuk menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja masa depan. Kerja sama yang telah terjalin dengan Endress+Hauser sejak 2025 menjadi salah satu contoh implementasi pendekatan tersebut melalui program beasiswa, magang, dan pengembangan pendidikan vokasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore