
Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Muhammad Ali Ramdhani di UIN Alauddin Makassar. Foto : Humas Kemenag
JawaPos.com - Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani berharap guru dan peserta didik madrasah mampu beradaptasi dengan zaman melalui komputasional thingking. Untuk itu, pihaknya akan menyiapkan digital culture.
"Maka kita mempersiapkan digital culture melalui komputasional thingking dan berbagai atributnya agar peserta didik hadir, tidak sekedar menjadi penonton dari sebuah perkembangan kehidupan dan peradaban. Mereka tidak berada pada pojok-pojok peradaban. Mereka tidak berada pada sudut-sudut kemajuan, tetapi mereka harus menjadi pelaku utama," ujar Dhani sapaan akrabnya, Sabtu (6/8).
Menurut Dhani, adaptasi adalah kata kunci yang kemudian dipegang sebagai salah satu proses untuk menciptakan madrasah yang unggul dan kompetitif. Dalam waktu yang bersamaan pihaknya bekerja sama dengan Penerbit Erlangga meluncurkan buku Panduan Literasi Digital dan Panduan Berpikir Komputasional bagi guru madrasah. Peluncuran dua buku ini sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mempersiapkan guru dan peserta menghadapi tantangan besar terkait revolusi industri 4.0 ke society 5.0.
"Salah satunya adalah ketika mencoba dan menerapkan literasi digital sebagai salah satu kompetensi inti dari peserta didik kita. Buku ini hadir melengkapi visi misi kami agar kemudian mereka peserta didik adalah orang-orang yang menguasai zamannya, mereka adalah insan-insan yang beribukan waktu dan berayahkan zaman, mereka mampu menari bersama zaman untuk kemudian menarikan zaman," sambungnya.
Dhani mengaku, Ditjen Pendis sudah sejak lama mempersiapkan literasi digital, hanya saja baru dilaunching dua tahun lalu. "Tentu saja dipersiapkan sejak lama tetapi launchingnya itu baru sekitar dua tahun yang lalu ketika kita menggalakan komputasional thingking sebagai salah satu program unggulan di Ditjen Pendis untuk menyertai kompetensi siswa-siswa madrasah kita," jelasnya.
Dhani menyebut, aksentuasi madrasah adalah sekolah dengan ciri khas keagamaan untuk melengkapi keagamaan dengan lima pelajaran khususnya, sehingga Ditjen Pendis mencoba mengantarkan mereka melalui pemahaman pengetahuan yang memadai dan mumpuni dalam kehidupannya.
"Di satu sisi mereka menguasai teknologi tetapi mereka pun harus dan wajib kokoh di bidang keagamaan," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022