
BERHITUNG CARA FUN: Laura Windri Maretha belajar dengan didampingi mamanya, Dwi Agustin. Dengan cara mengajar yang menyenangkan, matematika tak jadi momok. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)
JawaPos.com–Mata pelajaran matematika masih mendapat cap sebagai momok oleh sebagian siswa. Termasuk di tengah pandemi saat ini. Pembelajaran matematika, baik tatap muka maupun virtual perlu dikemas menarik supaya tidak dipandang menakutkan oleh siswa.
Presiden Direktur Shinkenjuku Keiko Toyoizumi mengatakan, pembelajaran matematika perlu dikemas menarik, khususnya di jenjang SD. Di tengah pandemi seperti sekarang, pembelajaran secara umum dilaksanakan secara online atau daring.
”Belajar secara daring harus dirancang guna memastikan anak dapat memperoleh kemampuan berpikir,” kata Toyoizumi pada Jumat (4/12).
Selain itu, belajar secara daring melatih kemampuan problem solving atau kemampuan memecahkan masalah serta meningkatkan kemandirian anak. Tidak hanya itu, menurut Toyoizumi, anak juga bisa belajar dari mana saja dan tidak mengurangi keseruan anak dalam belajar matematika.
Toyoizumi menambahkan, Shinkenjuku sebagai bimbingan belajar matematika khusus SD secara daring menekankan pada pemahaman konsep. Kemudian penguatan kemampuan berpikir anak. Hal itu guna mendukung keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi paling penting.
”Kami berpegang teguh pada komitmen membantu pendidikan anak-anak Indonesia. Yaitu mengubah proses pembelajarannya yang tadinya tatap muka menjadi servis layanan baru yang diberi nama Shinkenjuku Online,” ujar Toyoizumi.
Shinkenjuku Online mengajak anak mengasah literasi matematika menggunakan modul belajar berisi karakter-karakter menarik. ”Sehingga menemani anak-anak memahami konsep-konsep matematika dalam bentuk cerita,” tutur Toyoizumi.
Pembelajaran interaktif dilaksanakan secara online melalui aplikasi dan komunikasi seperti Google Meet, Zoom dan WhatsApp. Sistem belajar dipandu para fasilitator dalam kelompok kecil maksimal 3 anak dengan durasi waktu sesuai daya konsentrasi anak dan usianya. Mereka juga memberikan layanan Interactive Challenge Session (ICS) yang memberikan kesempatan pada anak untuk menggunakan ilmu yang dimiliki.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Qogk0DvO2pU

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
