
Nadiem Makarim di Istana Negara, Senin (21/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Program Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) 2020 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) level 4: Berbagi berlangsung pada September hingga Oktober. Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kompetensi TIK guru.
Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bahwa harapannya, program PembaTIK 2020 mampu untuk mengimplementasikan konsep Merdeka Belajar di satuan pendidikan seluruh Indonesia.
"Pelaksanaan PembaTIK level 4 dengan tema Berbagi Informasi Pembelajaran Berbasis TIK (dapat) mewujudkan Merdeka Belajar, semoga tujuan kita untuk menciptakan kemerdekaan dalam belajar mengajar melalui inisiatif dan inovasi bapak ibu sekalian dapat segera tercapai," ungkap dia dalam Kuliah Umum Pembatik Level 4: Berbagi secara virtual, Senin (14/9).
Nadiem percaya bahwa para guru, khususnya yang mengikuti PembaTIK 2020 merupakan guru terbaik di Tanah Air. Sebab, memiliki semangat dan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.
"Tidak hanya karena telah melalui program PembaTIK secara daring, tapi juga karena semangatnya untuk terus mengembangkan diri bagi para murid, semangat merdeka belajar," ujarnya.
Dia mengharapkan para guru yang nantinya lolos dan menjadi Duta Rumah Belajar dapat memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang dimiliki Kemendikbud dengan baik.
"Khususnya Rumah Belajar Kemendikbud yang telah menjadi wadah kita bersama untuk terus belajar dan beinovasi dalam belajar," tambahnya.
Program yang telah berjalan selama 3 tahun terakhir itu, pada tahun 2020 ini diikuti oleh 70.312 peserta. Atas hal itu, mantan bos Gojek itu pun memberikan apresiasi akan pencapaian drastis tersebut.
"Saya ingin menyampaikan betapa bangganya saya ketika mengetahui program pelatihan guru Pembatik diikuti lebih dari 60 ribu guru atau 1.000 persen peningkatan dari pertama kali kegiatan ini diselenggarakan. Angka ini merupakan pencapaian yang luar biasa, dan juga menjadi penanda semangat banyak guru yang ingin meningkatkan kemampuan mengimplementasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar," terangnya.
"Kita semua mengalami di masa pandemi covid ini situasi memaksa kita supaya lebih keras dan cerdas sehingga pembelajaran dapat terus belangsung, kompetensi guru dalam penguasaan teknologi menjadi krusial," sambung dia. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=5LfIT8AQoRE

Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 MenitÂ
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Menteri PU Dody Hanggodo Ungkap 10.000 Pegawai Terindikasi Judol dan Masalah Absensi
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Profil Valentin Barco! Pemain Argentina Ditempeleng Jude Bellingham Usai Inggris Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
