Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juli 2017 | 02.29 WIB

Kasihan, Sekolah SMP Ini Masih Kekurangan Kursi dan Meja

Ilustrasi: Sejumlah anak sekolah dasar sedang membersihkan kaca jendela kelasnya - Image

Ilustrasi: Sejumlah anak sekolah dasar sedang membersihkan kaca jendela kelasnya


JawaPos.com - Di tengah gencarnya wacana kebijakan full day school beberapa waktu lalu, ternyata ada yang membuat miris dunia pendidikan kita. Ini karena, masih ada sekolah yang kekurangan sarana prasarana meja dan kursi. Adapun sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Pangkalan Banteng, yang berada di Desa Simpang Berambai, Kecamatan Pangkalan Banteng.


Di sekolah yang dibangun tahun 1985 dan beroperasi tahun 1986 ini, sekitar lima ruang kelas tidak memiliki salah satu kelengkapan utama dalam pemenuhan Standart Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan. 


Mirisnya, sekolah tersebut saat ini berisiko dengan pelanggaran aturan karena meminta kepada para wali murid untuk membeli kekurangan meubelair tersebut. Hal lni dibenarkan Wakasek Sarana Prasarana SMP Negeri 1 Pangkalan Banteng Prihatiningsih.


Ia mengungkapkan, pada awalnya hanya tiga ruang kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Namun sekitar tiga tahun, dengan adanya penambahan kuota penerimaan murid baru setiap tahunnya, kondisi itu kian membengkak. Sehingga  sampai tahun ajaran baru ini sekitar lima ruang kelas yang tidak memiliki meja dan kursi.


”Kita saat rapat wali murid juga menyerahkan keputusan kepada mereka, apakah setuju membeli atau membiarkan anak-anak mereka lesehan, karena kita memang kekurangan,” ujarnya, Rabu (5/7) pagi.


Menurutnya, dalam beberapa tahun belakangan, pihak sekolah dan komite memang menerapkan kebijakan bahwa kepada wali murid untuk membeli sendiri kursi dan meja. Namun hal itu diputuskan dengan pertemuan sekolah, komite dan para orang tua/wali.


”Jadi tidak ada pemaksaan. Dan  kalau mereka lulus, kita persilahkan mengambil kembali. Hari ini juga sudah ada yang mengambil kursi-kursi itu, dan ada yang dihibahkan ke sekolah,” jelasnya.


Atas kondisi tersebut, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Sunari mengatakan, pihak dinas telah memanggil kepala sekolah dan juga komite sekolah untuk memastikan kondisi tersebut. ”Keputusanya apakah nanti kebijakan sekolah itu dilanjutkan atau tidak, saya belum bisa mengatakan. Nanti menunggu kepala dinas,” tandasnya. (sla/gus/wnd/jpg)

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore