
Ilustrasi: Sejumlah anak sekolah dasar sedang membersihkan kaca jendela kelasnya
JawaPos.com - Di tengah gencarnya wacana kebijakan full day school beberapa waktu lalu, ternyata ada yang membuat miris dunia pendidikan kita. Ini karena, masih ada sekolah yang kekurangan sarana prasarana meja dan kursi. Adapun sekolah tersebut yakni SMP Negeri 1 Pangkalan Banteng, yang berada di Desa Simpang Berambai, Kecamatan Pangkalan Banteng.
Di sekolah yang dibangun tahun 1985 dan beroperasi tahun 1986 ini, sekitar lima ruang kelas tidak memiliki salah satu kelengkapan utama dalam pemenuhan Standart Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan.
Mirisnya, sekolah tersebut saat ini berisiko dengan pelanggaran aturan karena meminta kepada para wali murid untuk membeli kekurangan meubelair tersebut. Hal lni dibenarkan Wakasek Sarana Prasarana SMP Negeri 1 Pangkalan Banteng Prihatiningsih.
Ia mengungkapkan, pada awalnya hanya tiga ruang kelas yang tidak memiliki meja dan kursi. Namun sekitar tiga tahun, dengan adanya penambahan kuota penerimaan murid baru setiap tahunnya, kondisi itu kian membengkak. Sehingga sampai tahun ajaran baru ini sekitar lima ruang kelas yang tidak memiliki meja dan kursi.
”Kita saat rapat wali murid juga menyerahkan keputusan kepada mereka, apakah setuju membeli atau membiarkan anak-anak mereka lesehan, karena kita memang kekurangan,” ujarnya, Rabu (5/7) pagi.
Menurutnya, dalam beberapa tahun belakangan, pihak sekolah dan komite memang menerapkan kebijakan bahwa kepada wali murid untuk membeli sendiri kursi dan meja. Namun hal itu diputuskan dengan pertemuan sekolah, komite dan para orang tua/wali.
”Jadi tidak ada pemaksaan. Dan kalau mereka lulus, kita persilahkan mengambil kembali. Hari ini juga sudah ada yang mengambil kursi-kursi itu, dan ada yang dihibahkan ke sekolah,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kobar, Sunari mengatakan, pihak dinas telah memanggil kepala sekolah dan juga komite sekolah untuk memastikan kondisi tersebut. ”Keputusanya apakah nanti kebijakan sekolah itu dilanjutkan atau tidak, saya belum bisa mengatakan. Nanti menunggu kepala dinas,” tandasnya. (sla/gus/wnd/jpg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
