
FOKUS: Sejumlah peserta mengerjakan ujian nasional pendidikan kesetaraan Minggu (16/4) di SMPN 11 Surabaya.
JawaPos.com – Jumlah peserta ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) paket C tak memenuhi ruangan. Hampir di setiap tempat ujian masih terlihat peserta yang tak bisa hadir dengan berbagai alasan.
Berdasar pantauan Jawa Pos di SMPN 5 Surabaya Minggu (16/4), sepuluh di antara 119 peserta yang tercatat dalam daftar presensi tidak hadir. Ada yang mengajukan izin karena sakit. Ada pula yang memilih absen demi bekerja.
”Kami sudah ingatkan. Tapi, kalau tidak bisa masuk, mau bagaimana lagi,” ujar Mandiri Lilik Ernawati, humas Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) PGRI. Bahkan, lembaga melakukan pemberitahuan dan penjemputan ke rumah peserta sebelum ujian dimulai. Namun, usaha tersebut tak membuahkan banyak hasil.
Usaha lembaga agar seluruh peserta UNPK paket C dapat hadir sebenarnya dilakukan H-7 ujian. Lembaga membuat surat dispensasi yang ditujukan ke perusahaan dan tempat kerja peserta. Ketidakhadiran sebagian peserta UNPK itu memang terjadi setiap tahun. ”Prinsip kami hanya mengingatkan, tapi tidak memaksa,” katanya.
Pemerintah tak tinggal diam. Demi meningkatkan partisipasi peserta UNPK, pengubahan jadwal telah dilakukan. Sayang, hari pelaksanaan pada Sabtu–Minggu sepertinya tak memberikan banyak pengaruh. Sebab, banyak peserta yang tetap bekerja pada hari tersebut. ”Ini bisa dilihat dari jumlah siswa yang absen tahun sebelumnya. Rata-rata sama, tidak ada peningkatan,” imbuhnya.
Kondisi serupa terjadi di SMPN 11 Surabaya. Sebelas di antara 127 peserta tidak hadir pada ujian hari kedua. Alasannya sama, yaitu faktor pekerjaan. ”Kalau sudah alasan ekonomi, kami juga tak bisa mencegahnya,” tutur Nurul Faizah, tutor PKBM Kusuma Wijaya.
Sementara itu, Ketua Forum PKBM Surabaya Imam Rochani mengungkapkan, tingkat kehadiran peserta UNPK tersebut memang tidak naik secara signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. ”Ada peningkatan, tapi mungkin tidak banyak,” ucapnya.
Terkait upaya peningkatan kehadiran peserta, Imam menyampaikan beberapa saran untuk pelaksanaan UNPK tahun depan. Misalnya, menerapkan ujian siang. ”Ujian Sabtu–Minggu ini sebenarnya sudah bagus, tapi jamnya harus diubah. Sebab, banyak peserta yang masih bekerja setengah hari pada waktu libur,” ujarnya. (elo/c18/nda/sep/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
