
BERSIFAT UNIVERSAL: Vista Gracyana dan Laurencius Lintang memberikan mawar kepada salah seorang guru SMA Katolik Untung Suropati kemarin. Para siswa menunjukkan kasih sayang kepada guru.
Hari ini identik dengan perayaan Valentine’s Day atau hari kasih sayang. Banyak pelajar yang menyambutnya dengan sukacita. Bagaimana dengan pelajar di Kota Delta?
’’HARUSKAH perayaan Valentine’s Day diperuntukkan pacar?” Kalimat itu menjadi tema debat para pelajar dari SMA Katolik Untung Suropati Sidoarjo. Ada sejumlah siswa yang harus pro, ada pula yang kontra. Meskipun itu hanya latihan debat untuk mata pelajaran bahasa Indonesia, banyak nilai positif yang diperoleh.
Di antaranya, pelajar jadi mengetahui mekanisme debat. Mereka lebih memahami strategi berargumen. Hikmah lainnya, para siswa mendalami makna hari kasih sayang. Mereka membaca berbagai referensi sebelum debat.
”Itu jadi salah satu tema debat. Namun, yang kami maknai, ya nggak harus ke pacar. Hari kasih sayang bisa dilakukan kapan pun dan untuk siapa pun,” ujar Vista Gracyana, siswa kelas XII IPA-3 SMAK Untung Suropati.
Kasih sayang bisa didedikasikan kepada orang tua, keluarga, rekan sebaya, guru, bahkan tanaman dan hewan. Siswa juga dapat memberikan kasih sayang untuk tradisi dan budaya. Menurut Vista, cinta dan kasih sayang bersifat universal serta tak bisa dibatasi. ”Kalau saya, biasanya ya kumpul yang positif sama teman-teman. Tapi, kadang kami juga bagi-bagi cokelat,” ucap ketua OSIS SMAK Untung Suropati periode 2014–2016 tersebut.
Selain cokelat, lanjut Vista, mereka membagikan bunga kepada sahabat, anak kecil, bahkan pengemis. Tujuannya murni untuk berbagi. ”Pernah kami berikan kejutan kepada semua guru. Kami berikan cokelat untuk membalas jasa mereka,” katanya.
Vista mengungkapkan, momen itu sudah direncanakan siswa-siswi SMAK Untung Suropati. Setelah sekolah, mereka sengaja membuat semua guru tidak pulang dulu. Mereka menyebarkan info bahwa guru-guru diundang rapat. Jadi, saat ada guru yang hendak pulang, mereka langsung menahannya. Guru-guru digiring ke lapangan sekolah. Setelah itu, seluruh siswa memberikan bunga dan cokelat kepada guru yang berkumpul di sana. ”Kami isi dengan kegiatan positif seperti itu. Menunjukkan rasa hormat dan cinta kasih kami kepada guru,” terangnya.
”Kasih sayang kepada siapa pun dan kapan pun sudah pasti kami ajarkan. Tapi, untuk pemberian kejutan kepada guru, mereka berinisiatif sendiri. Kami bangga anak-anak bisa membuat kegiatan positif,” tutur Benedictus Suwoto, guru PPKN SMAK Untung Suropati.
Siswa kelas XI IPA-2 Laurencius Lintang menambahkan, menunjukkan kasih sayang seperti itu bisa dilakukan kapan pun. Menurut dia, baik Valentine’s Day maupun hari lainnya tidak boleh diisi dengan kegiatan negatif. Di antaranya, pesta minuman keras, pesta narkoba, dan pesta seks. ”Sedang ramai hari kasih sayang. Tapi, tetap nggak boleh menjadikan itu sebagai alasan untuk berbuat tidak baik,” ucap Lintang yang tercatat sebagai ketua OSIS SMAK Untung Suropati.
Dia menambahkan, para siswa juga harus menunjukkan cinta kasih pada budaya Indonesia. Salah satunya, melestarikan tradisi dan kebudayaan. Biasanya, siswa mengemasnya dalam bentuk event sekolah yang bertajuk pentas seni. Dua tahun sebelumnya, mereka mengadakan kegiatan dengan tema cinta kasih pada teman sebaya dan guru. ”Tahun ini, 25 Februari mendatang, kami angkat tema dengan musik klasik modern,” katanya.
Para siswa akan membawakan tari tradisional dan modern, karawitan, DJ, puisi, serta penampilan musik klasik. Selain itu, mereka mengundang grup musik jazz asli Sidoarjo, Darjezz. ”Drescode juga bertema klasik,” tutur Lintang.
Cara mengapresiasi budaya Indonesia juga dilakukan dengan mengikuti pembelajaran di kelas. Mereka mempelajari secara langsung budaya Indonesia seperti karawitan. ”Ada ujian praktiknya terkait itu,” imbuh Lintang.
Kasih sayang kepada teman ditanamkan sejak peserta didik baru masuk sekolah. Misalnya, pada masa orientasi peserta didik baru (MOPDB), ada momen tukar kado dan cokelat. Tujuannya, melatih gemar berbagi serta menanamkan cinta kasih kepada sesama. (uzi/c18/dio/sep/JPG)

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
