
KOMPETISI: Puluhan pelajar tingkat SMA mengikuti olimpiade akuntansi pada Selasa (7/2) di Kampus Unusida.
JawaPos – Olimpiade Akuntansi di kampus Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) berlangsung sukses Selasa (7/2). Para siswa SMA/SMK dari beberapa sekolah di Kota Delta saling berkompetisi. Mereka memperebutkan beasiswa masuk ke perguruan tinggi Unusida.
Kegiatan yang baru pertama diadakan Unusida tersebut juga diapresiasi Wabup Sidoarjo Nur Ahmad Syafuddin. Dia menyatakan, Unusida merupakan salah satu kampus di Sidoarjo yang menjadi harapan masyarakat, terutama warga nahdliyin. ’’Jadi, Unusida termasuk kewibawaan pemerintah Sidoarjo,’’ katanya.
Pria yang karib disapa Cak Nur itu berharap seluruh perguruan tinggi di Sidoarjo bangkit dan eksis. Tidak terkecuali Unusida. ’’Salah satu yang harus dilakukan adalah terus berinovasi seperti ini agar Unusida bisa berkembang,’’ ujarnya.
Dia menegaskan, pemerintahan yang bagus didukung perguruan tinggi. Karena itu, kerja sama antara pemerintah dan kampus harus diperkuat. Cak Nur berharap Unusida bisa menjadi wadah untuk memenuhi keinginan warga NU yang ingin meneruskan ke pendidikan tinggi.
Selain pembenahan, langkah kreatif sangat penting. Misalnya, kreativitas para mahasiswa program studi akuntansi yang membuat Olimpiade Akuntansi para pelajar. ’’Olimpiade seperti ini bisa dikembangkan terus,’’ tegasnya.
Dengan begitu, masyarakat bisa melihat geliat para mahasiswa Unusida dalam kegiatan-kegiatan kreatif. Selain itu, ke depan, pemkab menjalin sinergi atau kolaborasi yang baik dengan Unusida. ’’Diharapkan keinginan masyarakat NU bisa terwujud,’’ katanya.
Rektor Unusida Fatkul Anam menjelaskan, olimpiade itu merupakan bagian dari kreativitas mahasiswa. Rencananya, ke depan olimpiade seperti itu dilakukan setiap dua bulan. Langkah tersebut merupakan bagian dari inovasi untuk pengenalan kepada masyarakat.
’’Unusida sudah masuk tahun kedelapan. Jumlah maba tahun ini mencapai 348 orang. Ada peningkatan 60 persen dari sebelumnya,’’ katanya.
Anam sangat berharap olimpiade pelajar seperti itu bisa meningkatkan jumlah mahasiswa Unusida. Peserta lomba yang menang tersebut juga akan mendapat beasiswa untuk masuk Unusida.
Untuk prodi-prodi yang masih minim mahasiswa, pihaknya juga bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren. Santri-santri mendapat kesempatan kuliah di Unusida dengan beasiswa. Namun, setelah lulus kuliah, santri tersebut wajib mengabdi kembali di pondok itu selama dua tahun.
’’Kami juga memberikan beasiswa kepada santri yang hafal Alquran sampai lulus,’’ tandasnya. (ayu/c5/hud/sep/JPG)

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
