Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juli 2024 | 17.01 WIB

Calon Duta Bangsa, Sebanyak 1.562 Peserta Lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Al Azhar Mesir

Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad. (Humas Kemenag) - Image

Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad. (Humas Kemenag)

JawaPos.com–Sebanyak 1.562 orang peserta dinyatakan lulus uji kompetensi sebagai calon mahasiswa Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tahun ini. Mereka kelak tidak hanya menjadi mahasiswa di sana. Tetapi sekaligus menyandang duta bangsa Indonesia di bidang pendidikan.

Pengumuman kelulusan uji kompetensi itu disampaikan Plt Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Abu Rokhmat. ’’Ada 20 orang sebagai calon penerima beasiswa Al Azhar 2024/2025, dan 1.542 orang sebagai calon mahasiswa non beasiswa atau mandiri,’’ kata Abu Rokhmat di Jakarta pada Jumat (26/7) malam.

Dia menjelaskan uji kompetensi itu dilakukan Ditjen Pendidikan Islam Kemenag bersama Markaz Syekh Zayed li Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah li Ghayr an-Nathigin Biha. Prosesnya difasilitasi Markaz Al Azhar Indonesia atau OIAA Indonesia.

Abu menjelaskan berdasar pengumuman itu, peserta yang dinyatakan lulus uji kompetensi berhak mendapatkan rekomendasi studi dari Kementerian Agama (Kemenag). Tujuannya, untuk memperlancar proses pengurusan dokumen pendaftaran ke Universitas Al Azhar di Kairo, Mesir.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag Ahmad Zainul Hamdi merinci, ada sejumlah tahap lanjutan yang harus diikuti peserta. Bagi calon mahasiswa baru yang tidak memiliki ijazah muadalah (disetarakan dengan SLTA Al Azhar), atau pernah memiliki ijazah muadalah namun berakhir masa berlakunya, atau memiliki ijazah sebelum tahun akademik 2020/2021, ada beberapa proses yang dilakukan.

Di antaranya adalah program penyiapan kompetensi (i'dad ta'hili), yaitu kelas persiapan mengikuti uji kompetensi penyetaraan (muadalah). Kemudian ujian penyetaraan (ikhtibar muadalah), sebagai syarat mendaftar di Universitas Al Azhar. Selain itu uji kompetensi level bahasa Arab (placement test/tahdid mustawa) dan matrikulasi bahasa berdasar hasil uji kompetensi level bahasa Arab.

’’Bagi calon mahasiswa baru yang memiliki ijazah muadalah yang masih berlaku, dapat langsung mengikuti uji kompetensi level bahasa Arab (placement test/tahdid mustawa) dan matrikulasi bahasa,’’ kata Ahmad Zainul Hamdi.

Kegiatan matrikulasi bahasa itu sesuai hasil uji kompetensi level bahasa Arab melalui Markaz Tatwir Taklimil at-Thullab Al- Wafidin wal Ajanib Al Azhar. Pada tahap selanjutnya diberikan rekomendasi studi dari Kemenag untuk memperlancar proses pengurusan dokumen pendaftaran ke Universitas Al Azhar.

Tahap berikutnya adalah pemberkasan dan pendaftaran. Calon mahasiswa baru harus menyiapkan semua dokumen yang diperlukan sebagai syarat pendaftaran di Universitas Al Azhar. Berdasar kesepakatan Kemenag dan Al Azhar Al Syarif untuk tahun akademik 2024/2025, pelaksanaan tahap selanjutnya bagi calon mahasiswa baru yang tercantum dalam pengumuman itu, diberikan tanggung jawabnya kepada Markaz Al Azhar li Ta'lim al-Lughah al-'Arabiyyah li Ghayr an- Nathiqin Biha/Markaz Al Azhar Indonesia di bawah koordinasi Organisasi Internasional Alumni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia.

’’Tentunya dengan supervisi Kementerian Agama dan Al Azhar Al Syarif,’’ ujar Ahmad Zainul Hamdi yang akrab disapa Inung itu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore