
Puslapdik berharap lebih banyak dosen mendaftar BPI/ sumber: puslabdik.kemdikbud.go.id
JawaPos.com - Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslabdik) melihat program Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dapat meningkatkan kompetensi tenaga pengajar Indonesia khususnya para dosen.
Oleh sebab itu pihaknya berharap akan semakin banyak perguruan tinggi yang mendorong para dosennya untuk mengikuti program BPI.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Puslabdik Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Abdul Kahar, dalam acara Sinkronisasi Data Penerima BPI seperti yang dilansir dari puspendik.kemdikbud.go.id.
Selain kegiatan pertemuan dengan para penerima beasiswa, acara tersebut juga meliputi Penandatanganan Kerjasama BPPT dengan Perguruan Tinggi di Bandung, (21-23/2).
Terlebih, Abdul Kahar menyampaikan bahwa program BPI ini terbilang lebih mudah dibanding program sebelumnya yakni Program Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) di Lembaga pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
“Di BUDI itu, akses dosen untuk memperoleh beasiswa agak sulit karena harus berkompetisi dengan mahasiswa fresh graduate, apalagi bagi dosen yang tidak melakukan update kompetisi, seperti kemampuan Bahasa Inggris” terang Abdul Kahar.
Mendikbud Ristek Nadiem Makarim akhirnya dapat meyakinkan Sri Mulyani, sebagai Menteri Keuangan untuk bisa mengelola beasiswa khusus dosen yang juga dapat dinikmati oleh guru dan pelaku budaya.
Sehingga dibentuklah satuan kerja Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi (BPPT) yang mengelola BPI Kemendikbud Ristek.
“Jadi dengan adanya BPI Kemendikbud Ristek ini, peluang bagi dosen untuk memperoleh beasiswa semakin terbuka luas. Bisa melalui BUDI di LPDP atau melalui BPI di Kemendikbud Ristek” lanjut Abdul Kahar.
Abdul mengakui, bahwa penyaluran dana beasiswa BPI memang masih kurang lancar dan cepat. Hal tersebut dikarenakan penyaluran dana yang melalui dua pintu.
Namun pihaknya juga mengatakan bahwa akan memperjuangkan agar BPPT dapat menjadi layanan umum sehingga dapat mengelola pembiayaan secara mandiri.
“Kami sedang berjuang agar terus bisa mencoba bagaimana BPPT menjadi Badan Layanan Umum (BLU) supaya bisa mengelola dana sendiri, memang masih panjang perjuangan BPPT untuk menjadi BLU”.
BPI melalui BPPT juga membuat Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi untuk melancarkan program beasiswa tersebut.
Sementara pada acara sinkronisasi dan penandatangan PKS, perguruan tinggi yang hadir berjumlah 37 secara luring dan 91 perguruan tinggi hadir melalui daring.
“Yang hadir langsung ini perguruan tinggi yang memiliki banyak penerima awardee BPI” terang Anton Rahmadi, Kepala BPPT.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
