Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 17.19 WIB

Bunga Pinjol 20 Persen untuk Bayar UKT, Mahasiswa ITB Geruduk Rektorat

MENOLAK PINJ0L: Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berunjuk rasa di depan kantor rektor di Kota Bandung, Senin (29/1). - Image

MENOLAK PINJ0L: Sejumlah mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) berunjuk rasa di depan kantor rektor di Kota Bandung, Senin (29/1).

JawaPos.com – Ratusan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mendatangi kantor rektorat. Mereka mendesak kampus untuk menolak kerja sama dengan aplikasi pinjaman online (pinjol). Pantauan Radar Bandung, ratusan mahasiswa itu melakukan long march dari Taman Ganesha menuju kantor rektorat ITB. Sejumlah perwakilan mahasiswa mencoba bernegosiasi untuk bisa masuk dan bertemu rektor ITB.

Adu mulut pun sempat terjadi lantaran petugas keamanan melarang mereka masuk. Mahasiswa yang kesal kemudian melanjutkan aksinya dengan duduk di sisi jalan sembari menyampaikan aspirasi. Mereka meminta pihak rektorat keluar dan menemui massa.

Di sela-sela demonstrasi itu, ada beberapa mahasiswa yang menyuarakan kekesalannya. Mereka adalah mahasiswa yang belum bisa membayar uang kuliah tunggal (UKT). ’’Ayah saya baru lepas status pengangguran itu tahun lalu. Jadi, uangnya belum cukup untuk bayar UKT. Kemarin sempat jual motor dan lainnya,’’ kata Dewi, mahasiswi ITB.

Dewi mengaku sering mengajukan keringanan UKT. Berbagai syarat telah dipenuhi. Namun, hingga beberapa kali pengajuan, dia tak pernah mendapat penurunan UKT. Setiap harus membayar UKT, dia terpaksa mencicil hingga tiga kali.

Dewi sempat ditawari ikut pembiayaan lewat aplikasi Danacita. Namun, Dewi menolak. Dia tak ingin terjerat pinjol dalam bentuk apa pun untuk perkuliahan di ITB. Menurutnya, kampus sebesar ITB seharusnya bisa membantu mahasiswa dengan cara yang benar, tidak lewat aplikasi pinjol berbunga besar.

’’Saya kesal karena banyak fasilitas juga yang dibangun, padahal belum terlalu penting. Seharusnya uang yang ada diperbantukan dulu ke mahasiswa yang membutuhkan,’’ ucap Dewi.

Ketua Kabinet KM ITB Muhammad Yogi Syahputra mengatakan, aksi itu adalah bentuk protes mahasiswa terhadap kebijakan pembayaran UKT. Pihaknya berharap ITB bisa memaksimalkan beasiswa dan skema cicilan UKT. Yogi juga meminta ITB menghapus opsi pembayaran UKT dengan cara dicicil lewat pinjol. Hal itu, kata dia, justru semakin menyulitkan mahasiswa.

Opsi untuk membayar perkuliahan dengan pinjaman dari Danacita ditolak karena bunga terlampau besar. Jika mengambil pinjaman Rp 12,5 juta, dalam setahun harus mengembalikan Rp 15,5 juta. ’’Bunga kisaran 20 persen dan ini sangat memberatkan,’’ tegasnya. (kus/c18/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore