Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Maret 2021 | 19.57 WIB

Daerah Sesalkan Tak Ada Diskusi Bersama Pusat Soal Rekrutmen Guru

BELUM ASN: Guru honorer berdemo agar segera diangkat menjadi PNS di Surabaya. (Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

BELUM ASN: Guru honorer berdemo agar segera diangkat menjadi PNS di Surabaya. (Dite Surendra/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka rekrutmen untuk satu juta formasi guru honorer skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Target itu pun saat ini masih belum mampu terpenuhi karena hanya berjumlah 500 ribu.

Mengenai ini, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi Banten Tabrani mengatakan, pihaknya mendengar ada perekrutan PPPK dan para guru honorer sangat bahagia. Namun, ketika mendapatkan informasi bahwa kuota PPPK itu dibatasi, mereka tidak berharap banyak.

Ia juga menyayangkan sikap pemerintah pusat yang tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai rekrutmen tersebut. Jadi hanya sekedar informasi bahwa ada rekrutmen, tidak ada diskusi mengenai berapa kebutuhan guru di daerah tersebut.

"Kami berharap pemerintah itu ke depan untuk tenaga pendidik ini bisa dipenuhi kebutuhannya, bila melalui PPPK itu bisa dilakukan, kami pemprov harusnya diajak bicara, bukan hanya sekedar informasi bahwa hanya akan direkrut tenaga PPPK, kemudian kami mengusulkan data, setelahnya di sana (seleksi di pusat)," ujar Tabrani dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI, Selasa (23/3).

Baca Juga: Marzuki Alie Laporkan AHY ke Bareskrim


Belum lagi banyaknya guru honorer di Provinsi Banten yang tingkat kesejahteraannya masih terbilang kurang, khususnya di sekolah swasta. Pelaksanaan seleksi bagi mereka yang memiliki pengalaman puluhan tahun pun dirasa tidak adil.

"Kita bisa bayangkan teman-teman guru yang usianya 50-an tahun, yang posisi hari ini dihadapkan pada serba digital, itu belum tentu mereka memahami, sementara ada guru baru yang mereka jauh lebih baik dan akhirnya (bisa) sampai dengan 60 tahun hanya honorer (tidak lolos seleksi)," imbuhnya.

Padahal, mereka sama-sama mendidik anak bangsa. Harapannya, untuk rekrutmen ke depan, pemda diajak berkomunikasi oleh pemerintah pusat. "Mana tau ke depan dalam rekrutmen ini diajak bicara," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore