Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 September 2023 | 14.57 WIB

Skripsi Tak Lagi Wajib Sebagai Syarat Lulus Kuliah, Mahasiswa Tetap Harus Miliki Kemampuan Menulis

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Komaruddin Hidayat (kanan) di kampus UIII Depok, bicara soal skripsi tak lagi wajib sebagai syarat lulus kuliah. - Image

Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Komaruddin Hidayat (kanan) di kampus UIII Depok, bicara soal skripsi tak lagi wajib sebagai syarat lulus kuliah.

JawaPos.com - Respons dari kalangan akademisi soal skripsi dan publikasi ilmiah untuk S2 serta S3 tidak wajib terus bermunculan. Di antaranya disampaikan Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof Komaruddin Hidayat mengatakan pada prinsipnya mahasiswa itu harus punya keterampilan menulis.

Pasalnya dari keterampilan menulis itu, menunjukkan sistematika berpikir dan berargumentasi yang bertanggung jawab. Dengan kata lain kemampuan berpikir dan memiliki gagasan yang bertanggung jawab, bisa diwujudkan lewat tulisan. ’’Apakah itu lewat skripsi, tesis, disertasi, itu pilihan,’’ katanya usai memimpin wisuda perdana kampus UIII di Depok pada Kamis (31/8).

Mantan rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu membenarkan bahwa sejumlah perguruan tinggi di luar negeri ada yang tidak lagi menggunakan skripsi. Tetapi mahasiswanya setiap minggu diminta membuat makalah atau sejenisnya. Dia menegaskan tidak setuju jika mahasiswa tidan diwajibkan skripsi sekaligus membuat makalah atau sejenisnya yang intinya melatih kemampuan menuangkan gagasannya dalam sebuah tulisan.

Sebab menurut dia, semakin lemah daya atau kemampuan menulis mahasiswa, maka tingkat analisisnya juga ikut lemah. ’’Jadi soal skripsi atau tidak itu nomor dua. Yang penting mahasiswa itu harus memiliki tradisi menulis,’’ katanya.

Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Akademik UIII Bahrul Hayat mengatakan setiap mahasiswa tetap didorong untuk menulis. Bahkan ada yang selama studi S2 menghasilkan empat karya publikasi di jurnal. Namun dia menegakan mahasiswa pascasarjana di UIII tidak diwajibkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. "Kami tidak mau terjebak kewajiban publikasi karya ilmiah. Jadi tidak diwajibkan,’’ katanya.

Dia menegaskan jurnal bereputasi itu di luar kampus. Jadi jangan sampai kelulusan mahasiswa tersandera sesuatu di luar kampus. Dia menegaskan UIII tetap mendorong mahasiswanya aktif menulis, dengan cara setiap fakultas mempunyai jurnal ilmiah.

Pada kesempatan wisuda perdana itu, ada 72 orang mahasiswa UIII yang diwisuda. Mereka berasal dari 13 negara. Seluruh mahasiswa itu kuliah dengan fasilitas beasiswa dari pemerintah Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore