Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 10.24 WIB

Bermain Musik ala Klub Angklung Sekolah Luar Biasa YPAB Surabaya

NAIK PANGGUNG: Klub angklung Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Gebang Putih ketika tampil di kantor Kecamatan Sukolilo. - Image

NAIK PANGGUNG: Klub angklung Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Gebang Putih ketika tampil di kantor Kecamatan Sukolilo.


Tema musik tak hanya mampu memengaruhi perasaan pendengar. Bagi para siswa sekolah Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB), hal itu juga memengaruhi kemampuan untuk beradaptasi dan memahami setiap notnya. Karena itu, mereka lebih suka lagu-lagu bahagia.





ALUNAN irama dari alat musik angklung terdengar sejak memasuki halaman SMP Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB) Gebang Putih. Sayup-sayup juga terdengar nyanyian merdu yang selaras dengan harmoni musik yang dimainkan. Suara yang bersumber dari ruangan di sisi belakang sekolah tersebut berasal dari anak-anak anggota klub angklung.



Hari itu mereka menyanyikan lagu Sayang yang dipopulerkan NDX AKA. Semua tampak gembira. Permainan angklung pun dibunyikan dengan kompak. ”Asyik-asyik joss,” seru mereka di sela-sela lagu.



Sang pelatih Riski Nurilawati menjadi vokalis utama. Dia juga memainkan keyboard dengan andal. Sementara itu, posisi raper diisi Putu Pram Moreno Sastrawan. Siswa kelas VII tersebut percaya diri menyelesaikan bait demi bait lagu rap dengan lancar. Di tangan kirinya ada empat angklung berbagai ukuran. Jadi, posisinya dobel. Raper sekaligus pemain angklung. ”Tapi, aku paling suka ngerap,” tuturnya.



Kesukaan bocah berkacamata tersebut, rupanya, tetap bisa tersalurkan saat belajar angklung. Karena itu, dia selalu bersemangat mengikuti kegiatan tersebut. Selain menyalurkan hobi, dia bisa memperkaya ilmu.



Selama ini Reno –sapaan Putu Pram Moreno Sastrawan– sudah mempelajari keyboard. Kemampuannya pun cukup baik. Setelah selesai ngerap lagu Sayang bersama teman-temannya, dia menunjukkan kebolehannya bernyanyi solo. Dia mengambil alih keyboard yang sejak tadi dipegang sang pelatih. Kemudian, mulai memainkan intro Somewhere I Belong milik Linkin Park dan mulai bernyanyi. Linkin Park itu grup band idolanya.



Bukan hanya Reno, perasaan yang sama dirasakan Hizkia Christianto. Siswa kelas X YPAB itu juga menyukai musik. Selain angklung, dia bisa memainkan piano. Menurut dia, pelajaran musik di sekolahnya itu menjadi penyegaran setelah belajar di kelas. ”Main musik enak, bisa seru-seruan sama teman-teman,” tuturnya.



Keseruan itu memang tampak jelas di wajah para siswa. Bahkan, ketika lelah pun, mereka masih minta diputarkan lagu-lagu yang menyenangkan. Karena sudah hafal dengan karakter anak didiknya, Riski Nurilawati pun meladeni kemauan mereka. ”Lagu ini kalian pasti tahu,” ujar perempuan 24 tahun yang biasa disapa Kiky itu.



Anak-anak pun penasaran dan berusaha mendengarkan dengan cermat. Setelah mendengarkan intronya, mereka tersadar bahwa itu adalah lagu Lupa-Lupa tapi Ingat yang dulu dipopulerkan band Kuburan. Anak-anak pun langsung semringah. Beberapa bahkan langsung mencari nada yang tepat dengan angklungnya. ”Wuih, kok sudah bisa?” tanya Kiky.



Mendengar anak-anak yang semakin antusias, Kiky mengajak mereka mencari nada yang tepat dari awal lagu sampai selesai. Mendengar perintah itu, mereka justru semakin bersemangat. ”Gini ini kalau lagunya mereka sudah tahu, pasti lebih cepat mempelajarinya,” terang Kiky.



Benar saja, baru dua kali putaran lagu, nada yang sesuai sudah berhasil mereka susun. Penampilan ketiga, mereka sudah bisa memainkan keseluruhan nada lagu itu dengan benar. Anak-anak pun meminta lagu tersebut diulang pada pertemuan berikutnya.



Kiky menjelaskan, anak-anak di YPAB cukup mudah diajari memainkan alat musik. Rata-rata mereka memiliki kepekaan dan perasaan yang kuat terhadap musik. Apalagi, kalau lagu yang dimainkan itu menjadi kesukaan, mereka tak butuh lama untuk bisa memainkannya. ”Tapi tetap saya dampingi,” ucapnya. Jika ada yang salah, Kiky pun siap memperbaiki.



Kemampuan para siswa YPAB memainkan alat musik angklung memang sudah tak diragukan lagi. Nama mereka pun sudah cukup dikenal. Beberapa event kampus dan pemkot pernah menggunakan jasa mereka untuk tampil sebagai bintang tamu.



Meski demikian, undangan tampil yang paling berkesan bagi mereka adalah tampil di Jerman pada 2015. Kala itu ada acara ulang tahun salah satu organisasi yang selama ini menjadi donatur mereka. ”Itu pertama kami diundang ke luar negeri, anak-anak sangat senang waktu itu,” kenangnya. (ant/c10/jan/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore