Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 Agustus 2017 | 15.54 WIB

Mau Uang KIP Cepat Cair? Ikuti Instruksi Kemendikbud Ini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Perkembangan pencairan uang kartu Indonesia pintar (KIP) untuk jenjang SMP lumayan cepat. Dari total 4,3 juta sasaran pemberian KIP, jumlah anak yang sudah mencairkan mencapai 3,1 juta anak.


Kemendikbud berharap anak-anak yang belum menyalurkan KIP segera membuka rekening tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) BRI.


Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kemendikbud, Supriano mengatakan, penyaluran dan pencairan uang KIP sampai sekarang masih dikebut.


Dia berharap sisa yang belum menerima KIP bisa tuntas dalam beberapa bulan ke depan. Sambil menunggu proses penyaluran, para siswa bisa membuka tabungan terlebih dahulu.


’’Supaya nanti ketika uangnya sudah tersalurkan dari bank, bisa langsung dicairkan,’’ jelasnya di Jakarta (28/8).


Selama ini tahapan pencairan KIP itu adalah uang dari APBN pemerintah disalurkan dahulu ke bank. Untuk jenjang SD dan SMP, bank yang ditunjuk adalah BRI.


Setelah itu uang dari bank disalurkan ke anak-anak penerima supaya bisa dicairkan.


Catatan pencairan KIP untuk jenjang SMP itu jauh lebih baik ketimbang di SD. Hasil pendataan Kemendikbud menyebutkan pencairan uang
KIP di jenjang SD baru sekitar 5 persen.


Yakni baru dicairkan oleh 423.235 anak padahal jumlah penerima KIP di jenjang SD mencapai 10 juta anak.


Kemendikbud menargetkan akhir Agustus ini tingkat pencairan KIP untuk SD bisa mencapai 20 persen atau sekitar 2 juta anak.


Total penerima KIP tahun ini mencapai 17.927.308 anak. Perinciannya untuk jenjang SD sebanyak 10.360.614 anak, SMP (4.369.968 anak),
SMA (1.367.599 anak), dan SMK (1.829.167 anak).


Wakil Ketua Komisi X DPR Ferdiansyah mengatakan percepatan pencairan KIP harus didukung oleh semua elemen. Tidak hanya Kemendikbud
saja.


Tetapi juga didukung oleh sekolah, bank, bahkan orangtua siswa. Untuk sekolah diminta segera mendata anak-anak sasaran KIP lalu datanya dimasukkan ke sistem dapodik.


Sedangkan untuk perbankan diharapkan tidak pasif atau menunggu anak mencairkan ke kantor bank.


’’Pihak bank sebaiknya juga jemput bola,’’ katanya.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore