
OPTIMISTIS: Ipunk Fiestiandani Azwar Anas dan Sugirah saat deklarasi kemenangan di pilkada Banyuwangi kemarin (9/12). (RAMADA KUSUMA/JAWA POS RADAR BANYUWANGI)
JawaPos.com - Suami lengser, istri melanjutkan. Fenomena itu terjadi di pilkada beberapa daerah. Misalnya, di Banyuwangi. Coblosan kemarin menempatkan istri Bupati Azwar Anas, Ipuk Fiestiandani, sebagai pemenang pilkada. Ipuk yang berpasangan dengan Sugirah hampir pasti terpilih sebagai bupati dan wakil bupati untuk menggantikan Azwar Anas-Yusuf Widyatmoko.
Berdasar hasil hitung cepat (quick count) Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny J.A., Ipuk-Sugirah mendulang 53,02 persen dukungan.
Sementara itu, pasangan Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy memperoleh 46,98 persen. Jika hasil tersebut tidak berubah, Ipuk-Sugirah bakal melenggang ke Pendapa Sabha Swagata Blambangan.
Baca juga: Ipuk: Tak Ada Lagi Kubu 01 dan 02, yang Ada Kubu Banyuwangi
Peneliti sekaligus Koordinator Area Jatim-Bali LSI Imam Fauzi Surahmat menegaskan, secara saintifik, hasil quick count pilbup Banyuwangi itu sangat bisa dipertanggungjawabkan. ’’Maka, selamat kepada masyarakat Banyuwangi atas kehadiran Ibu Bupati Ipuk Fiestiandani Azwar Anas dan Wakil Bupati Bapak Sugirah dengan perolehan suara 53,02 persen,’’ ujarnya sebagaimana dilaporkan Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (9/12).
Perolehan suara versi quick count LSI tersebut berasal dari 100 persen data yang masuk dari total sampel yang tersebar di seantero Bumi Blambangan. Tepatnya sampel yang diambil dari 291 di antara 3.745 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 217 desa dan kelurahan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Baca juga: Istri Abdullah Azwar Anas Lanjutkan Kepemimpinan Suami di Banyuwangi
Imam menyatakan, dengan selisih lebih dari 6 persen, hampir dipastikan data yang dirilis LSI tidak berubah dari hasil akhir penghitungan suara manual KPU. ’’Kami sampaikan ini sangat bisa dipertanggungjawabkan, baik secara kredibilitas kami sebagai lembaga survei maupun secara metodologi ilmiah,’’ tegasnya.
Baca juga: Warisan ”Emas” Bupati Anas
PDIP Tetap Dominasi Bali
Calon-calon dari PDIP mendominasi kemenangan sementara dalam pilkada di Bali. Hanya di Pilkada Jembrana yang diprediksi kalah tipis.
Di Kota Denpasar, paslon dari PDIP IGN Jaya Negara-I Kadek Agus Arya Wibawa (Jaya Wibawa) unggul sementara atas Gede Ngurah Ambara Putra dan Made Bagus Kerthanegara (Amerta).
Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali sebelum pencoblosan, Jaya Negara menuturkan sengaja memilih pukul 09.00 untuk pencoblosan. Pria yang saat ini menjabat wakil wali kota Denpasar itu menceritakan, angka 9 memiliki arti khusus bagi dirinya. Alasannya, 4 Juli lalu dia genap berusia 54 tahun. ”Jadi, kalau 5 tambah 4 kan 9,” cetusnya.
Kemudian, dia menceritakan, di TPS-nya yang menang 99 persen, dirinya meraih 396 suara. Paslon nomor 2 mendapatkan 5 suara. Menariknya, prediksi awal menang 72 persen dan data sementara dari penghitungan PDIP menang 81 persen. Kalau 7 ditambah 2 atau 8 ditambah 1, hasilnya sama-sama 9. ”Jadi, semua sembilan. Terus tingkat kehadiran sementara 54 persen, sembilan juga. Kan misteri 9 ini,” ucapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=QBi8SM7p1XQ

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
