Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 Juni 2018 | 18.40 WIB

Ketum PP Muhammadiyah: Pilih Pemimpin Utamakan Kompetensi dan Akhlak

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar masyarakat khususnya warga Muhammadiyah bisa menjadi pemilih cerdas dan kritis, dengan mempertimbangkan pilihan pada kompetensi dan akhlak calon kepala daerah. - Image

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berpesan agar masyarakat khususnya warga Muhammadiyah bisa menjadi pemilih cerdas dan kritis, dengan mempertimbangkan pilihan pada kompetensi dan akhlak calon kepala daerah.

JawaPos.com - Jelang penyelenggaraan Pilkada Serentak 2018, Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta pemerintah dan aparatur negara dapat menjaga netralitas, integritas, dan kredibilitas. Muhammadiyah juga meminta pemerintah dan aparat mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi.


"Tidak juga menggunakan dan menyalahgunakan jabatan serta fasilitas negara untuk kepentingan pemenangan salah satu pasangan, baik secara langsung ataupun tidak langsung," kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangan tertulis, Selasa (26/6).


Muhammadiyah meminta penyelenggara Pilkada khususnya KPU dan Bawaslu dapat bekerja profesional, independen, transparan, objektif, akuntabel, adil, dan penuh tanggung jawab. Dengan demikian dapat terselenggara Pilkada yang berkualitas.


Haedar berpesan agar penyelenggara Pilkada bisa memastikan seluruh tahapan dan proses berlangsung secara demokratis dan sesuai aturan, aman, tertib, dan lancar. Sehingga, Pilkada Serentak 2018 bisa menghasilkan pemimpin daerah yang benar-benar mengutamakan kepentingan dan kemakmuran rakyat di atas segalanya.


"Pilkada merupakan proses politik yang sangat penting dan strategis dalam menentukan kepemimpinan provinsi dan kabupaten/kota sebagai salah satu penentu kemajuan dan kemakmuran masyarakat di daerah," tutur Haedar.


Selain itu, Muhammadiyah meminta para kandidat hendaknya bersaing secara sehat, sportif, dan mematuhi semua peraturan. Calon kepala daerah (cakada) diminta menjauhi praktik politik uang, keculasan, kecurangan, kekerasan, kampanye hitam, serta pernyataan-pernyataan yang mengandung unsur kebencian dan bernuansa SARA.


"Para kandidat dan tim kampanye hendaknya tidak melakukan politisasi agama yang mereduksi nilai-nilai luhur agama dan berpotensi memecah belah masyarakat, umat, dan bangsa," tegas Haedar.


Lebih lanjut, Haedar berharap masyarakat, khususnya warga Muhammadiyah dapat menentukan pilihan dengan mempertimbangkan dan mengutamakan pemimpin yang memiliki kompetensi, visioner, amanah, berakhlak mulia, bersih dari korupsi, dan berdedikasi tinggi dalam melayani seluruh rakyat.


"Warga Muhammadiyah hendaknya berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam proses Pilkada dengan menjadi pemilih yang kritis, cerdas, arif dan dewasa, serta memberikan suara dengan penuh tanggung jawab," tukasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore