
Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Gatot Nurmantyo.
JawaPos.com - Partai Nasional Demokrat berencana menduetkan Joko Widodo (Jokowi) dengan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmanto, pada Pilpres 2019 nanti. Lantas apakah duet pasangan tersebut layak?
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Ujang Komarudin menilai pasangan Jokowi-Gatot sangat bagus. Pasangan ini dinilai saling melengkapi karena Jokowi yang diketahui seorang sipil dan Gatot Nurmantyo adalah berlatar belakang militer.
"Bagi saya ini pasangan yang sempurna perpaduan satu sipil satu lagi militer," ujar Ujang Komarudin kepada JawaPos.com, Jumat (6/10).
Apalagi ungkapnya, Gatot Nurmantyo juga dekat dengan komunitas Islam. Sehingga itu menjadi modal besar bagi Gatot Nurmantyo dalam maraih suara di Pilpres 2019 nanti. "Artinya bagus untuk mengisi ruang kekurangan Pak Jokowi," kata Ujang Komarudin.
Namun demikian, Direktrur Eksekutif Indonesia Political Review ini mengaku ada satu kelemahan apabila pasangan tersebut bersanding. Karena sama-sama dari pulau Jawa. Jokowi yang diketahui dari Surakarta sedangkan Gatot Nurmantyo dari Tegal.
Namun, semua itu bisa disiasati apabila Jokowi memerintahkan orang-orang yang dipercaya untuk jadi menterinya kelak, bisa ikut bergerak mencari dukungan masyarakat di luar pulau Jawa. "Jadi kekurangannya itu cuma satu, karena ini Jawa semua," imbuhnya.
Lebih lanjut Ujang menambahkan, Jokowi akan mendapatkan dukungan kuat dari militer apabila bersanding dengan Gatot Nurmantyo.
Kata dia, walaupun TNI tidak diperbolehkan untuk mencoblos. Tapi para prajurit TNI tersebut memiliki keluarga yang sudah pasti akan dirayu untuk bisa mencoblos pasangan Jokowi-Gatot Nurmantyo.
"Saya rasa TNI solid ya, apalagi tentara satu komando, jadi sudah pasti berikan suaranya," pungkas Ujang Komarudin.
Sebelumnya, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tertarik akan sosok Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Untuk itu Nasdem punya harapan bahwa Gatot Nurmantyo bisa mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 mendatang.
Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Tengku Taufiqulhadi mengatakan, Gatot Nurmantyo adalah sosok militer, dan Jokowi adalah sipil. Sehingga apabila disandingan, dua orang tersebut maka akan tercipta duet sipil dan militer dan bisa saling melengkapi.
"Nah salah satu dari militer itu yang harus dipertimbangkan adalah Gatot Nurmantyo," ujar Tengku Taufiqulhadi saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/10).
Tengku Taufiqulhadi menambahkan, sementara untuk figur non militer yang cocok disandingkan dengan Jokowi adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil. Apalagi ada perpaduan Jawa dengan non Jawa. Karena Sofyan Djalil berasal dari Aceh.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
