
Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot dan Anies-Sandi ketika mengikuti debat final Pilkada DKI di Hotel Bidakara , Rabu lalu.
JawaPos.com - Hasil survei yang dirilis Charta Politika menuai kritikan dari sejumlah pihak. Sigi mereka ihwal Pilkada DKI Jakarta putaran kedua dinilai 'melenceng' dari mayoritas lembaga survei. Pengamat Politik Ziyad Falahi bahkan menyebut hasil survei Charta Politika 'bau busuk'.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya membantah tuduhan miring yang dilontarkan Ziyad. Tudingan surveinya upaya mencari perhatian dan uang semata, kata Yunarto, adalah bentuk provokasi. Yunarto meminta Ziyad belajar matematika dasar dan silogisme.
"Belajar dulu matematika dasar sebelum komentar. (Data-data argumentasi) yang disebutkan (Ziyad) salah semua," kata Yunarto dalam pesan elektroniknya kepada redaksi, Minggu (16/4).
Pertama, kata Yunarto, margin of error dari survei yang dirilis pihaknya pada Sabtu, 15 April 2017 adalah sebesar 3,5 persen. Bukan 2,5 persen seperti disampaikan Ziyad, dan kemudian menuduh survei Charta ada 'bau busuk'nya. Survei, dikatakan Yunarto, dilakukan terhadap 782 responden.
Kedua, soal undecided voters atau responden yang belum menentukan pilihan. Ziyad menyebut undecided voters sebesar 19 persen. Padahal yang benar, kata Yunarto, jumlah undecided voters dari hasil surveinya adalah 7,9 persen.
"Makanya belajar hitung pengurangan dan pertambahan," kata Yunarto.
Ketiga, survei Charta yang dirilis tanggal 12 Februari 2017 yang menyebutkan bahwa Ahok unggul dengan 39 persen dan Anies hanya 31,9 persen yang dipersoalkan Ziyad adalah hasil simulasi terhadap tiga nama, yakni Agus Yudhoyono, Ahok dan Anies.
Adapun asal muasal angka Ahok dapat 41 persen dan Anies 44,5 persen yang digunakan oleh Yunarto sebagai pembanding untuk menjelaskan survei terbarunya adalah hasil simulasi dua nama.
"Terima kasih atas provokasi dari orang yang perlu belajar matematika dasar dan silogisme sebelum komentar," tegas Yunarto.
Dalam keterangannya Yunarto pun mempermasalahkan judul berita yang mengutip pandangan Zaid tersebut.
"Menurut saya (berita) berisikan ujaran kebencian dan sikap SARA yang berpotensi bermasalah hukum," pungkas Yunarto.(dem/rmol/mam/JPG)
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
