Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 November 2016 | 04.27 WIB

5 Penyebab Elektabilitas Ahok Turun

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok - Image

Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

JawaPos.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan riset pasca Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan menjadi tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.



Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, elektabilitas Ahok menurun tajam setelah ditetapkan tersangka. Yakni sebesar 10,6 persen dari sebelumnya sebesar 24,6 persen.



"Karenanya, Ahok telah ditinggalkan sebesar 60 persen pemilihnya," ujar Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Jumat (18/11).



Lantas mengapa pemilih meninggalkan Ahok? Menurut Ardian, ada lima sebab mantan Bupati Belitung Timur ini ditinggalkan pemilihnya.



1. karena efek surah Al Maidah ayat 51.



Ardian menuturkan, sejak menjadi viral, video Ahok di Kepulauan Serbu beberapa waktu lalu, masyarakat, ormas Islam, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang meminta agar Ahok segara diperiksa dan segera diadili.



Survei LSI menunjukan sebesar 89,30 persen responden menyatakan tahu kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Sebanyak 73,20 persen menyatakan pernyataan Ahok adalah sebuah kesalahan, 63,7 persen mendukung proses terhadap Ahok, dan 65,7 persen menyatakan mantan Bupati Belitung Timur itu telah melakukan dugaan penistaan agama.



"Hanya di bawah 10 saja yang mengatakan tidak pernah mendengar," katanya.



2. tingkat kesukaan mantan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) makin menurun.



Menurut dia, tingkat kesukaan Ahok menurun terjadi pada survei Maret 2016, tingkat kesukaan masih sebesar 71 persen, di Juli 2016 sebesar 68,9 persen. Pada bulan Oktober 2016 sebesar 58,2 persen, dan di survei bulan November, tingkat kesukaan Ahok di bawah 50 persen, yaitu sebesar 48,30 persen.



3. khawatir Jakarta di bawah Ahok penuh gejolak sosial.



Menurut Ardian, masifnya gelombang penolakan terhadap Ahok membuat masyarakat menjadi khawatir ke depan Jakarta akan penuh gejolak sosial. Sosok mantan anggota Komisi II DPR itu cenderung kontroversial dengan pihak-pihak yang bersebrangan.



"Ditakutkan masyarakat akan membuat gejolak sosial dan berkembang psikologis tak aman jika Ahok terpilih lagi menjadi Gubernur DKI," tuturnya.



4. Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan semakin menjadi pilihan untuk Jakarta yang stabil.



Menurut dia, Agus dan Anies mampu menampilkan citra dalam yang membuat warga Jakarta lebih stabil karena tidak ada penolakan terhadap mereka berdua.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore