
Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak, saat menyampaikan konsep ekonomi untuk Jatim di depan pengusaha Apindo, beberapa waktu lalu
JawaPos.com -- Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut satu, Emil Elestianto Dardak siap mengaplikasikan program Communal Branding untuk melindungi para pelaku dan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Jawa Timur.
Program Communal Branding, sistemnya, pemerintah ini yang memiliki merk bersama ini kemudian siapapun pengrajinnya yang memenuhi standar mutu produk boleh berjualan dengan merk itu. ''Sehingga mereka gak perlu mikir harus nyetok terlalu banyak, iklan dan sebagainya semuanya sudah," kata Emil di Rumah Aspirasi, Surabaya, Senin, (26/3).
Dengan program tersebut, lanjut Emil, para pelaku UMKM dan pedagang bisa berkembang di tengah-tengah gempuran industri besar. Menurut Emil, jika pelaku UMKM dan pedagang harus bertarung sendiri tanpa dukungan pemerintah, maka, resiko bisnis yang ditanggung juga berat.
Sementara eksistensi perusahaan besar atau toko-toko ritel modern yang kian menjamur tiak bisa dihindari. Oleh karenanya, yang harus dipikirkan adalah bagaiman membangun sinergi antara UMKM dengan perusahaan besar.
"Dengan Communal Branding, semua bisa dicapai. Kemudian dengan cara, istilahnya Standing on the Shoulder Giant yang artinya berdiri di pundak raksasa, UMKM, PKL, dan sejenisnya, bisa berdiri di pundak raksasa, seperti BUMN atau perusahaan besar,” terang Emil.
Emil juga menegaskan, bahwa, apa yang telah disampaikan terkait inovasi Communal Branding bukan hanya janji belaka. Sebab, sudah terbukti berhasil di Trenggalek. Inovasi tersebut bentuk nyata kepeduliannya kepada para pelaku UMKM.
"Yang namanya membela UMKM bukan hanya dengan semboyan berapi-api. Tapi, harus ada inovasi bersama dan diwujudkan dalam sesuatu yang kemudian berpihak," pungkasnya.
Untuk diketahui, pasangan calon Gubernur - Wakil Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 dengan dukungan 6 partai politik. Yakni, partai Demokrat (13 kursi), partai Golkar (11 kursi), Partai Amanat Nasional (7 Kursi), PPP (5 kursi), partai NasDem (4 kursi), dan partai Hanura (2 kursi).
Dalam pencalonannya paslon nomor urut 1 itu, menawarkan beberapa program kerja jika terpilih kelak. Program-program tersebut dikemas dengan sebutan Nawa Bhakti Satya.
Caption foto:

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
