
Ketua KPU RI Arief Budiman (kaos putih) saat diwawancarai.
JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) mempercepat proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Bahkan saat ini, proses coklit sudah mencapai 58 persen dari jumlah pemilih sebanyak 5,8 juta jiwa.
Kepala KPU RI Arief Budiman mengatakan, capaian ini sudah baik dalam waktu 12 hari sejak 20 Januari. Sampai saat ini proses coklit masih tersisa 16 hari lagi.
Capaian proses coklit di Sumsel tak lepas dari peran Panitia Pemilihan Distrik (PPD). Mereka bekerja baik dan langsung melakukan coklit dari rumah ke rumah. Tidak ada yang manifulatif. Tidak ada yang berkerja di belakang meja. “Semua on the spot datang langsung ke lapangan," kata Arief saat ditemui di Palembang, Senin (5/2)
Dari hasil coklit sementara, ada beberapa data yang dikirim ke Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) belum lengkap. Seperti di kolom Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang seharusnya diisi tapi tidak dituliskan. Untuk itu, KPU meminta PPDP memperbaikinya dengan di bantu RT, RW, PPS dan PPK.
Arief juga meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terus berkerja sama dengan KPU. Supaya kalau ada masalah dapat langsung diselesaikan dan proses coklit dapat berlangsung cepat. "Yang belum lengkap ini tidak banyak. Hanya sepuluh persen sampai lima belas persen," ujarnya.
Arief sekaligus mengingatkan kepada petugas KPU untuk menjaga kemandirian dan independensi. Dengan cara ketika mengambil keputusan tidak dicampuri siapapun dan tidak boleh berdasarkan preperensi kandidat manapun. Tapi keputusan yang diambil berdasarkan regulasi. “Sejauh tidak ada laporan. Artinya, saya melihat KPU bisa melakukan hal ini," tutupnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Sumsel Heni Susantih mengatakan bahwa sejauh ini PPDP sudah bekerja sebaik mungkin dan telah melampaui target. Karena itu, ia optimistis proses coklit dapat selesai tepat waktu.
"Tadi juga kami melakukan coklit terhadap dua orang penyandang disabilitas. Mereka ini nantinya tetap dapat menyalurlan suaranya meski terbaring," sambung Heni.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
