
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok
JawaPos.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melakukan riset pasca Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan menjadi tersangka oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, elektabilitas Ahok menurun tajam setelah ditetapkan tersangka. Yakni sebesar 10,6 persen dari sebelumnya sebesar 24,6 persen.
"Karenanya, Ahok telah ditinggalkan sebesar 60 persen pemilihnya," ujar Ardian di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta, Jumat (18/11).
Lantas mengapa pemilih meninggalkan Ahok? Menurut Ardian, ada lima sebab mantan Bupati Belitung Timur ini ditinggalkan pemilihnya.
1. karena efek surah Al Maidah ayat 51.
Ardian menuturkan, sejak menjadi viral, video Ahok di Kepulauan Serbu beberapa waktu lalu, masyarakat, ormas Islam, mahasiswa, dan elemen masyarakat yang meminta agar Ahok segara diperiksa dan segera diadili.
Survei LSI menunjukan sebesar 89,30 persen responden menyatakan tahu kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. Sebanyak 73,20 persen menyatakan pernyataan Ahok adalah sebuah kesalahan, 63,7 persen mendukung proses terhadap Ahok, dan 65,7 persen menyatakan mantan Bupati Belitung Timur itu telah melakukan dugaan penistaan agama.
"Hanya di bawah 10 saja yang mengatakan tidak pernah mendengar," katanya.
2. tingkat kesukaan mantan politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) makin menurun.
Menurut dia, tingkat kesukaan Ahok menurun terjadi pada survei Maret 2016, tingkat kesukaan masih sebesar 71 persen, di Juli 2016 sebesar 68,9 persen. Pada bulan Oktober 2016 sebesar 58,2 persen, dan di survei bulan November, tingkat kesukaan Ahok di bawah 50 persen, yaitu sebesar 48,30 persen.
3. khawatir Jakarta di bawah Ahok penuh gejolak sosial.
Menurut Ardian, masifnya gelombang penolakan terhadap Ahok membuat masyarakat menjadi khawatir ke depan Jakarta akan penuh gejolak sosial. Sosok mantan anggota Komisi II DPR itu cenderung kontroversial dengan pihak-pihak yang bersebrangan.
"Ditakutkan masyarakat akan membuat gejolak sosial dan berkembang psikologis tak aman jika Ahok terpilih lagi menjadi Gubernur DKI," tuturnya.
4. Agus Harimurti Yudhoyono dan Anies Baswedan semakin menjadi pilihan untuk Jakarta yang stabil.
Menurut dia, Agus dan Anies mampu menampilkan citra dalam yang membuat warga Jakarta lebih stabil karena tidak ada penolakan terhadap mereka berdua.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
