Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2024 | 22.35 WIB

Menanti Perang 3 Pengacara Kondang, Bambang Widjojanto, Otto Hasibuan, dan Todung Mulya Lubis dalam Sidang Sengketa Pilpres 2024

ILUSTRASI: Pilpres 2024

 

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenang Pemilu 2024. Hal itu berdasarkan rekapitulasi nasional Pemilu 2024, yang disahkan KPU RI pada Rabu (20/3) malam.

Namun, penetapan itu tak mudah begitu saja diterima kubu dari pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Kedua kubu pasangan calon itu telah mendaftarkan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pilpres 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Hal ini mereka lakukan, karena menilai adanya kecurangan yang sistematis dilakukan kubu pemenang.

Proses gugatan sengketa Pilpres 2024 itu telah dipersiapkan masing-masing pasangan calon, tak hanya dari pihak Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud yang mempersiapkan, tapi juga kubu Prabowo-Gibran sebagai pihak turut tergugat.

Di tim hukum ketiga kubu itu, terdapat sejumlah nama beken yang sudah malang melintang di dunia hukum. Misalnya, dari kubu 01 terdapat mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto. Pria yang akrab disapa BW itu pada Pemilu 2019 lalau, merupakan bagian dari ketua tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, kini BW lebih memilih mendukung Anies-Muhaimin pada Pemilu 2024.

Karier BW di dunia hukum cukup cemerlang, BW merupakan aktivis dan advokat ternama di Indonesia. Pria kelahiran Jakarta 1959 itu pernah memimpin Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), serta bagian dari pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) bersama aktivis HAM, Munir Said Thalib.

Di awal kariernya, BW bergabung dengan YLBHI menggantikan pengacara kondang Adnan Buyung Nasution menjadi Dewan Pengurus pada periode 1995-2000. Bambang juga pernah menjadi panitia seleksi calon hakim ad hoc tindak pidana korupsi (Surat Keputusan Mahkamah Agung Nomor 154/2009).

Salah seorang pendiri Indonesia Corruption Watch (ICW) ini juga pernah mengajar di Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Pengalaman Khusus Pencegahan dan atau Pemberantasan Korupsi, Bambang sempat menjadi anggota Gerakan Anti Korupsi (Garansi), anggota Koalisi untuk Pembentukan UU MK.

Dia juga pernah menjadi anggota Tim Gugatan Judicial Review untuk kasus Release and Discharge, dan anggota Tim Pembentukan Regulasi Panitia Pengawas Pemilu (Panwas Pemilu). Ia pun pernah menjabat sebagai Wakil Ketua KPK. Serta, Ketua Bidang Hukum dan Pencegahan Korupsi pada Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto menjawab pertanyaan wartawan melakukan aksi bersama di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (23/11/2023).

Otto Hasibuan rapatkan barisan dukung Prabowo di Surabaya.

 

Terakhir, kubu pasangan calon 03 dipimpin oleh Todung Mulya Lubis. Ia menjadi Ketua Deputi Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud. Todung akan memimpin untuk mengungkap dugaan kecurangan Pemilu 2024 yang dinilai terjadi secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Kiprah Todung Mulya Lubis di dunia hukum sudah malang melintang. Ia merupakan salah satu aktivis HAM. Bahkan, pada 2018 ia ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Duta Besar Indonesia untuk Norwegia hingga 2023.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore