Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 11.35 WIB

4 Langkah Berani untuk Memutus Ikatan Ketergantungan kepada Orang Tua Menurut Psikologi

seseorang yang ikatan ketergantungan kepada orang tua./Magnific/karlyukav - Image

seseorang yang ikatan ketergantungan kepada orang tua./Magnific/karlyukav

JawaPos.com - Orang tua merupakan sosok pertama yang memberikan kasih sayang, perlindungan, dan pendidikan kepada anak. Sejak lahir hingga dewasa, hubungan ini menjadi fondasi penting dalam membentuk kepribadian seseorang. Namun, tidak semua hubungan yang erat selalu sehat.

Dalam beberapa kondisi, kedekatan tersebut berkembang menjadi ketergantungan emosional yang berlebihan sehingga menghambat kemandirian anak, bahkan ketika usianya sudah dewasa.

Banyak orang merasa sulit mengambil keputusan tanpa persetujuan orang tua, takut mengecewakan mereka, atau terus bergantung secara finansial maupun emosional.

Dalam psikologi, kondisi ini sering dikaitkan dengan emotional dependency, enmeshment (batas hubungan yang kabur), atau proses individuasi yang belum berkembang secara optimal.

Memutus ketergantungan kepada orang tua bukan berarti memutus hubungan atau menjadi anak yang durhaka. Justru sebaliknya, tujuan utamanya adalah membangun hubungan yang lebih sehat, saling menghormati, dan tetap penuh kasih sayang tanpa kehilangan identitas diri.

Dilansir dari Psychology Today pada Senin (20/7), terdapat empat langkah berani yang dapat dilakukan menurut pendekatan psikologi.

1. Sadari Bahwa Anda Berhak Memiliki Identitas Sendiri

Langkah pertama adalah menyadari bahwa setiap individu memiliki hak untuk menjadi dirinya sendiri. Psikolog perkembangan menjelaskan bahwa salah satu tugas utama masa dewasa adalah membangun identitas yang mandiri.

Sayangnya, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa menjadi anak yang baik berarti selalu mengikuti semua keinginan orang tua. Akibatnya, mereka sulit membedakan mana keputusan yang benar-benar berasal dari keinginan pribadi dan mana yang sekadar memenuhi harapan keluarga.

Misalnya, seseorang memilih jurusan kuliah, pekerjaan, atau pasangan hidup hanya karena tuntutan orang tua. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memunculkan stres, kecemasan, hingga penyesalan karena merasa tidak menjalani kehidupan yang diinginkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore