
Ilustrasi orang tua dan anak
Pilih Kata-Kata yang Fokus pada Proses
Lantas, bagaimana seharusnya kita memuji anak? Yang terbaik adalah memberi pujian yang fokus pada proses dan usaha, bukan hasil akhir atau bakat bawaan.
Misalnya, saat anak selesai menggambar, hindari langsung berkata, “Wah, keren banget gambarnya!” Coba ganti dengan komentar yang lebih deskriptif seperti, “Kamu pilih warna biru untuk singanya, ya? Warnanya cerah banget.”
Atau ketika anak berhasil memakai baju sendiri, daripada berkata “Pintar banget kamu,” lebih baik katakan, “Tadi kamu sabar banget pas masang kancingnya. Butuh waktu, tapi kamu nggak menyerah.”
Dengan begitu, anak tahu bahwa yang kita hargai adalah proses, usaha, dan ketekunannya, bukan semata-mata hasil atau kecepatan menyelesaikan sesuatu.
Tidak Semua Hal Perlu Dipuji
Kadang, kita terlalu cepat ingin merespons. Padahal, jika anak sedang asyik dan tidak sedang mencari perhatian, kita tak perlu memberi pujian apa pun. Biarkan mereka menikmati keberhasilan dan kebanggaan versi mereka sendiri.
Namun, saat anak memang datang dengan antusias, misalnya sambil berseru, “Mama, aku pup di potty!”, respons yang baik bisa seperti, “Wah, kamu kelihatan bangga banget! Rasanya gimana?”
Di sini, kita tidak menghakimi atau mengevaluasi, tapi mengakui perasaannya dan membantunya memahami emosi positif yang muncul dari keberhasilan.
Hindari Pujian untuk Hal yang Tak Bisa Mereka Kontrol
Penting juga untuk tidak terlalu sering memuji hal-hal yang tak bisa anak kendalikan, seperti kecantikan, kecerdasan, atau bakat alami. Sebaiknya, arahkan pujian ke aspek yang bisa mereka upayakan: usaha, tanggung jawab, sikap, pilihan, dan kebaikan hati.
Misalnya, saat anak membantu membereskan mainan, katakan, “Terima kasih sudah bantu beresin. Sekarang ruangan jadi lebih nyaman, ya.” Atau ketika anak berbagi mainan, tanya, “Bagaimana rasanya setelah kamu berbagi?”
Kata-kata seperti itu mengajak anak merefleksikan tindakannya dan memahami dampaknya secara lebih dalam—bukan hanya sekadar merasa “jadi anak baik”.
Cara Bereaksi Saat Anak Gagal
Pujian juga bukan satu-satunya hal penting. Reaksi kita saat anak gagal bahkan jauh lebih menentukan. Ketika anak frustrasi karena puzzle-nya tak kunjung selesai, hindari buru-buru menolong atau memberi solusi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
