
Ilustrasi anak kecil tampak murung. (Freepik)
JawaPos.com – Masa kecil merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian seseorang. Pengalaman yang dialami sejak dini, baik positif maupun negatif, dapat membentuk cara seseorang berpikir, dan merespons emosi.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman buruk di masa kecil cenderung memiliki dampak yang lebih besar dalam membentuk sifat kepribadian bermasalah di masa dewasa.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Research in Personality mengungkap bahwa individu yang mengalami pelecehan, pengabaian, atau ketidakstabilan keluarga saat kecil lebih rentan mengembangkan sifat psikopatik, narsistik, dan Machiavellianisme.
Mereka mungkin tumbuh menjadi pribadi yang sulit mempercayai orang lain, kurang empati, atau bahkan cenderung manipulatif demi kepentingan pribadi.
Dilansir dari PsyPost, Jumat (14/3), penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana pengalaman masa kecil dapat membentuk kepribadian seseorang di masa dewasa.
Berikut adalah lima alasan mengapa pengalaman buruk di masa kecil dapat berkontribusi pada terbentuknya kepribadian bermasalah.
1. Pengalaman Traumatis Dapat Memicu Perilaku Antisosial
Penelitian menunjukkan bahwa individu yang mengalami pelecehan fisik, emosional, atau pengabaian sejak kecil cenderung menunjukkan sikap yang lebih dingin dan kurang empati terhadap orang lain.
Hal ini disebabkan oleh mekanisme bertahan yang berkembang sebagai respons terhadap lingkungan yang penuh tekanan.
2. Ketidakstabilan Keluarga Meningkatkan Risiko Psikopati
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang tidak stabil, seperti sering berpindah tempat tinggal, kekerasan dalam rumah tangga, atau kurangnya figur orang tua yang mendukung, lebih rentan mengembangkan sifat psikopatik.
Kurangnya keterikatan emosional sejak kecil dapat membuat mereka kurang peduli terhadap perasaan orang lain.
3. Kurangnya Dukungan Emosional Dapat Memicu Machiavellianisme
Machiavellianisme, atau kecenderungan untuk memanipulasi orang lain demi kepentingan pribadi, sering kali berkembang pada individu yang tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup di masa kecil.
Mereka belajar bahwa untuk bertahan hidup, mereka harus mengandalkan strategi manipulatif daripada membangun hubungan berbasis kepercayaan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
