Ilustrasi orang tua mendampingi anak melangkah (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kehadiran anak adalah anugerah bagi orang tua. Demi memiliki buah hati, banyak pasangan rela melakukan apa pun. Namun, usaha keras ini tak jarang membuat orang tua bersikap terlalu lunak pada keinginan anak. Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang agresif dan sulit diatur karena merasa semua keinginannya selalu dipenuhi.
Dalam menghadapi kondisi ini, orang tua memiliki beragam respons. Ada yang bersikap agresif dengan memarahi, ada yang pasif, atau bahkan mengingatkan dengan lembut. Sebenarnya, bagaimana strategi paling tepat untuk menghadapi anak yang sulit diatur?
Menurut Fatwa Tentama, seorang peneliti dari Universitas Ahmad Dahlan, lingkungan terdekat, termasuk orang tua, adalah faktor terkuat dalam membentuk perilaku agresif pada anak. Anak adalah peniru ulung, mereka mengamati, meniru, dan menerapkan apa yang mereka lihat.
Lebih lanjut, Fatwa mengungkapkan beberapa cara profesional untuk menangani perilaku agresif anak, seperti mengadakan sesi konseling atau diskusi kelompok, sesi psikoedukasi, dan sesu role play.
Ketiga sesi ini penting untuk mengidentifikasi bentuk perilaku agresif, penyebabnya, serta cara mengatasinya, sesuai dengan kondisi lingkungannya. Ini yang akan anak dapatkan ketika orang tua berkonsultasi dengan psikolog profesional untuk mengatasi perilaku anak.
Selain melalui konsultasi profesional, ada beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan orang tua secara mandiri untuk menyikapi agresivitas anak.
Tips Menghadapi Anak yang Sulit Diatur
1. Posisikan Diri sebagai Orang Tua
Orang tua yang berperan sebagai teman kadang diperlukan untuk membuat anak menjadi lebih terbuka.
Dilansir dari situs psikologi.uma.ac.id, dalam kondisi anak sulit diatur dan agresif, parents harus bijak dalam memosisikan diri.
Berperan sebagai orang tua yang disiplin kepada anak bukan berarti jahat. Ini diperlukan agar anak mengerti posisi mereka dan paham akan wacana kedisiplinan serta batasan.
2. Tegas, Bukan Menghukum atau Memarahi
Banyak orang tua merasa bahwa saat berperilaku agresif, cara untuk menanganinya adalah dengan memarahi atau menghukum. Sayangnya, hal ini bukanlah solusi tepat.
Orang tua bisa mengajarkan anak untuk nurut tanpa menghukum, karena itu adalah dua hal berbeda. Langkahnya bisa dimulai dari mencari tahu alasan dibalik perilaku agresif mereka, lalu mengambil tindakan yang sinkron untuk memperbaiki emosi mereka. Menghukum anak saat mereka agresif hanya akan melahirkan anak yang memberontak.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
