Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 02.27 WIB

Anak Sulit Diatur, Jangan Dimarahi, Inilah Strategi Tepat yang Bisa Dilakukan Orang Tua Menurut Ahli

Ilustrasi orang tua mendampingi anak melangkah (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Kehadiran anak adalah anugerah bagi orang tua. Demi memiliki buah hati, banyak pasangan rela melakukan apa pun. Namun, usaha keras ini tak jarang membuat orang tua bersikap terlalu lunak pada keinginan anak. Akibatnya, anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang agresif dan sulit diatur karena merasa semua keinginannya selalu dipenuhi.

Dalam menghadapi kondisi ini, orang tua memiliki beragam respons. Ada yang bersikap agresif dengan memarahi, ada yang pasif, atau bahkan mengingatkan dengan lembut. Sebenarnya, bagaimana strategi paling tepat untuk menghadapi anak yang sulit diatur?

Menurut Fatwa Tentama, seorang peneliti dari Universitas Ahmad Dahlan, lingkungan terdekat, termasuk orang tua, adalah faktor terkuat dalam membentuk perilaku agresif pada anak. Anak adalah peniru ulung, mereka mengamati, meniru, dan menerapkan apa yang mereka lihat.

Lebih lanjut, Fatwa mengungkapkan beberapa cara profesional untuk menangani perilaku agresif anak, seperti mengadakan sesi konseling atau diskusi kelompok, sesi psikoedukasi, dan sesu role play.

Ketiga sesi ini penting untuk mengidentifikasi bentuk perilaku agresif, penyebabnya, serta cara mengatasinya, sesuai dengan kondisi lingkungannya. Ini yang akan anak dapatkan ketika orang tua berkonsultasi dengan psikolog profesional untuk mengatasi perilaku anak.

Selain melalui konsultasi profesional, ada beberapa cara alternatif yang bisa dilakukan orang tua secara mandiri untuk menyikapi agresivitas anak.

Tips Menghadapi Anak yang Sulit Diatur

1. Posisikan Diri sebagai Orang Tua

Orang tua yang berperan sebagai teman kadang diperlukan untuk membuat anak menjadi lebih terbuka.

Dilansir dari situs psikologi.uma.ac.id, dalam kondisi anak sulit diatur dan agresif, parents harus bijak dalam memosisikan diri.

Berperan sebagai orang tua yang disiplin kepada anak bukan berarti jahat. Ini diperlukan agar anak mengerti posisi mereka dan paham akan wacana kedisiplinan serta batasan.

2. Tegas, Bukan Menghukum atau Memarahi

Banyak orang tua merasa bahwa saat berperilaku agresif, cara untuk menanganinya adalah dengan memarahi atau menghukum. Sayangnya, hal ini bukanlah solusi tepat.

Orang tua bisa mengajarkan anak untuk nurut tanpa menghukum, karena itu adalah dua hal berbeda. Langkahnya bisa dimulai dari mencari tahu alasan dibalik perilaku agresif mereka, lalu mengambil tindakan yang sinkron untuk memperbaiki emosi mereka. Menghukum anak saat mereka agresif hanya akan melahirkan anak yang memberontak.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore