
Ilustrasi seorang anak yang tampak berpikir keras, mencerminkan dampak perkataan orang tua./Freepik
JawaPos.com - Beberapa luka emosional tidak berakhir pada orang yang mengalaminya. Luka ini sering diturunkan secara diam-diam dan tidak sadar, dari orang tua kepada anak. Penurunan ini tidak selalu melalui tindakan fisik.
Kadang-kadang, hal itu terjadi melalui kata-kata atau frasa yang diucapkan dalam kemarahan, stres, atau ketakutan.
Kata-kata tersebut mungkin terdengar seperti disiplin keras saat itu, tetapi meninggalkan bekas mendalam hingga kini. Melansir dari Geediting.com Sabtu (19/7), orang tua yang mengucapkan frasa ini biasanya bukanlah sosok buruk.
Mereka hanya lelah, kewalahan, dan masih terluka dari hal-hal yang belum sepenuhnya diproses. Tanpa disadari, sebagian rasa sakit itu diturunkan ke generasi berikutnya.
Jika Anda tumbuh dengan mendengar frasa ini, Anda mungkin dibesarkan oleh orang yang belum mendapatkan penyembuhan yang mereka butuhkan.
"Berhenti menangis sebelum aku memberimu alasan untuk menangis"
Frasa ini mengirim pesan bahwa emosi Anda adalah ancaman besar. Mengungkapkan kesedihan atau rasa sakit hanya akan memperburuk situasi. Orang tua yang mengucapkan ini mungkin tidak diizinkan menunjukkan emosi saat tumbuh dewasa.
"Karena aku bilang begitu—itu sebabnya"
Setiap orang tua pasti merasa lelah dan mencapai batasnya. Namun, saat frasa ini menjadi satu-satunya penjelasan, ini menandakan sesuatu yang lebih dalam. Ini adalah ketakutan kehilangan kendali.
"Kamu terlalu sensitif"
Frasa ini tidak mengajarkan ketahanan mental. Ini justru mengajarkan rasa malu mendalam. Saat seorang anak sering mendengar ini, mereka mulai percaya emosi mereka salah.
"Kenapa kamu tidak bisa lebih seperti kakak/adikmu?"
Perbandingan ini meninggalkan memar emosional yang tidak pernah pudar sepenuhnya. Perbandingan mungkin tampak tidak berbahaya bagi orang tua, tetapi bagi anak, itu terasa seperti penolakan halus. Orang tua yang sering mengatakan ini mungkin sering dibandingkan di masa kecilnya.
"Aku memberimu segalanya—kenapa kamu tidak bahagia?"

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
