Ilustrasi orang tua yang berhasil membesarkan anak tangguh secara emosional./Freepik.
JawaPos.com - Di tengah dunia yang penuh kejutan dan perubahan cepat, anak-anak butuh lebih dari sekadar kecerdasan akademik. Mereka perlu modal mental yang kuat dan itu datang dari ketangguhan emosional.
Bukan berarti kita harus menjauhkan mereka dari kesulitan hidup, tapi justru membekali mereka agar bisa bangkit setiap kali jatuh.
Sebagai orang tua atau pengasuh, kita punya peran penting untuk membantu anak membangun kebiasaan yang mendukung kekuatan mental mereka.
Berikut delapan kebiasaan emosional yang bisa ditanamkan sejak dini, dikutip dari Geediting, Senin (9/6).
1. Mengenalkan Pelatihan Emosi
Pelatihan emosi bukan tentang membuat anak selalu bahagia. Justru sebaliknya, ini soal membantu mereka memahami dan mengelola berbagai macam perasaan mulai dari marah, takut, sampai kecewa.
Konsep ini dikenalkan oleh John Gottman dan intinya adalah: bantu anak mengenali emosi mereka, beri nama untuk perasaan itu, dan arahkan cara sehat untuk mengungkapkannya. Validasi perasaan anak. Misalnya dengan bilang, “Kamu kelihatan kecewa ya…” bisa membantu mereka merasa dimengerti dan akhirnya belajar mengelola emosi secara mandiri.
2. Menumbuhkan Sikap Optimis
Mengajak anak berpikir positif bukan berarti kita menutup mata terhadap kenyataan. Ini soal mengajari mereka bahwa setiap kesulitan pasti ada sisi baiknya. Misalnya, ketika gagal ujian, kita bisa membantu mereka melihat bahwa kegagalan itu adalah kesempatan untuk belajar lebih baik.
Dengan pola pikir seperti ini, anak-anak jadi lebih siap menghadapi tantangan tanpa cepat menyerah. Optimisme membuat mereka melihat masa depan dengan harapan, bukan rasa takut.
3. Mengajarkan Cara Memecahkan Masalah
Ketika anak menghadapi masalah, alih-alih langsung turun tangan menyelesaikannya, cobalah ajak mereka berpikir: “Apa yang bisa kita lakukan sekarang?” atau “Ada ide lain yang bisa dicoba?”
Keterampilan memecahkan masalah melatih anak agar tidak panik saat menghadapi kesulitan. Mereka belajar menganalisis situasi, memikirkan berbagai solusi, lalu mencoba salah satunya. Ini akan sangat berguna di kehidupan nyata baik di sekolah, pertemanan, maupun saat dewasa nanti.
4. Membebaskan Anak Mengekspresikan Diri

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
