Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 Maret 2025 | 00.15 WIB

Jika Anda Ingin Tetap Dihormati Anak Anda saat Ini hingga Mereka Dewasa, Tinggalkan 7 Kebiasaan Ini dari Sekarang Menurut Psikologi

Ilustrasi orang tua dan anak. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang tua dan anak. (Freepik)

JawaPos.com – Mengasuh anak melibatkan proses belajar yang terus berkembang. Salah satu aspek penting dalam hubungan orang tua dan anak adalah membangun rasa hormat.

Sikap dan kebiasaan sehari-hari memiliki peran besar dalam membentuk hubungan ini. Jika tidak disadari, perilaku tertentu dapat melemahkan rasa hormat anak.

Rasa hormat merupakan sikap menghargai orang lain melalui tindakan dan perkataan yang baik. Dalam keluarga, rasa hormat terbentuk dari interaksi positif dan konsistensi dalam menunjukkan perilaku yang layak dicontoh.

Mengetahui kebiasaan yang dapat menghambat rasa hormat anak akan membantu membangun hubungan yang lebih harmonis. Pemahaman ini juga membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosional anak.

untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari oleh orang tua agar tidak kehilangan rasa hormat dari anaknya.

Dilansir dari laman Realsimple, Rabu (5/3), berikut 7 kebiasaan yang sebaiknya dihindari orang tua karena bsia membuat anak kehilangan rasa hormat.

  1. Tidak memberikan contoh yang baik

Anak meniru apa yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Jika orang tua meminta anak bersikap jujur tetapi ia justru berbohong, anak akan bingung dengan nilai yang diajarkan.

Konsistensi antara kata dan perbuatan menjadi faktor utama dalam membentuk rasa hormat. Perilaku seperti menghormati orang lain, menepati janji, dan bertindak adil akan menjadi teladan yang efektif.

Ketika anak melihat kejujuran dan kebaikan dari orang tuanya, mereka akan mengadopsi nilai yang sama. Menjadi contoh yang baik lebih berpengaruh dibanding sekadar memberikan nasihat.

2. Mengabaikan perasaan anak

Setiap anak ingin didengar dan dihargai dalam setiap interaksi. Ketika orang tua mengabaikan emosi mereka, anak akan merasa tidak penting dan mungkin menarik diri.

Menunjukkan empati terhadap perasaan mereka akan mampu membangun ikatan emosional yang lebih kuat.

Mendengarkan tanpa menghakimi dan memberikan tanggapan yang penuh perhatian membantu mereka memahami bahwa perasaan mereka berharga.

Anak yang perasaannya divalidasi akan lebih terbuka dalam berkomunikasi dan lebih mudah menghormati orang tuanya.

Memberikan perhatian pada emosi anak akan membentuk hubungan yang penuh kepercayaan.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore