Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Agustus 2026 | 18.40 WIB

Suka Geber Gas Motor Matic? Ini 3 Risiko yang akan Mengintai

Ilustrasi berkendara mengendarai motor matic. (Istimewa) - Image

Ilustrasi berkendara mengendarai motor matic. (Istimewa)

JawaPos.com - Pengendara motor matik atau skutik sering kali tergoda untuk geber gas, terutama saat motor masih statis di tengah kemacetan. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele oleh banyak pengendara.

Namun, tindakan tersebut berisiko tinggi merusak komponen mesin dan CVT. Jika terus dilakukan, kerusakan fatal pun bisa terjadi dan berdampak pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Dampak negatif sering geber motor matik

1. Kerusakan pada mesin

Menurut Endro Sutarno dari SiTEPAT, menggeber gas motor matic saat kondisi statis (misalnya di standar tengah atau macet) membuat mesin bekerja tanpa beban. Akibatnya, piston bisa menghantam klep, klep bisa bengkok, bahkan connecting rod berisiko patah. Dalam kasus ekstrem, mesin bisa turun total.

2. Komponen CVT (Transmisi otomatis) terdampak

Menggeber gas sembari menahan rem (misalnya di lampu merah atau macet) membuat komponen CVT seperti V‑belt, roller, pulley, kampas kopling, dan rumah kopling bekerja ekstra dan panas secara berulang. Akibatnya:

• V‑belt cepat retak atau putus karena tarik‑ulur terus-menerus.

• Roller dan pulley mengalami aus lebih cepat, menyebabkan getaran dan suara berisik.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore