Area show room Focus Motor Group di Bursa Mobil Mangga Dua Square, Jakarta Utara. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
JawaPos.com-Lesunya penjualan mobil baru di Indonesia sepanjang 2025 ternyata menyeret pasar mobil bekas ke jurang yang sama. Bukan hanya pabrikan besar, para pedagang mobil second pun kini harus berjibaku menghadapi turunnya daya beli masyarakat yang kian terasa.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan ritel mobil baru pada Agustus 2025 hanya mencapai 66.478 unit. Meski naik tipis 5,7 persen dibanding Juli, angka tersebut anjlok 13,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari sisi wholesales, penjualan pabrikan ke dealer bahkan terpangkas 19 persen secara tahunan.
Akibat tren pelemahan itu, Gaikindo disebut tengah menimbang untuk memangkas target penjualan mobil 2025 yang semula 900 ribu unit.
Namun jika pasar mobil baru saja 'menangis', kondisi pasar mobil bekas tak kalah memprihatinkan. Pedagang mobil second di Karawaci, Tangerang, Gerry Akio, mengaku penjualannya nyaris tak bergerak.
Bahkan, dalam dua tahun terakhir ia sering menjual dengan margin tipis atau bahkan rugi. “Pokoknya sejak ganti Presiden, ganti kebijakan, makin terasa. Sekarang asal duit muter aja udah,” kata Gerry.
Yang dimaksud 'duit muter' adalah strategi agar stok mobil tidak lama berhenti di garasi. Alih-alih menahan harga tinggi, pedagang lebih memilih melepas mobil meski hanya balik modal atau sekadar menutup biaya operasional.
Mobil yang ditawarkan pun lebih banyak di segmen murah. “Ya stok kita yang cepat laku aja. Mobil-mobil under Rp 200 atau Rp 100 juta. Kalau yang mahal-mahal nggak berani kita, nggak kemakan pasar,” tambahnya.
Pedagang lain, Erwin, mengaku situasi serupa dirasakan banyak koleganya. Lemahnya daya beli membuat masyarakat lebih memilih menahan uang untuk kebutuhan pokok ketimbang membeli mobil, baik baru maupun bekas.
“Ya memang lagi susah. Duitnya nggak ada, masyarakat lebih pilih nahan duitnya atau untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Menurutnya, meski suku bunga sudah diturunkan, kebijakan itu tidak cukup untuk mendongkrak permintaan. PHK massal, naiknya angka pengangguran, hingga ketidakpastian kebijakan dan ekonomi membuat pasar semakin hati-hati.
“Temen kita beberapa sudah ada yang tutup. Nggak kuat udah, kita tutup dah,” ungkapnya mencontohkan obrolan dengan sesama pedagang mobil bekas.
Upaya promosi juga sudah dilakukan. .ulai dari bundling aksesori gratis hingga layanan salon mobil, juga tak banyak membantu.
“Coating dan poles kita gratis, kaca film baru, sampai kadang ada yang minta bonus talang air kita kasih, tetap aja sepi,” keluhnya.
Hal yang sama juga dikeluhkan oleh Taufan Wijaya. Pemilik toko mobil bekas Nadia Motor di Malang, Jawa Timur. Dia mengaku penjualannya menurun sekitar 20 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. "Tahun ini harus bekerja lebih keras untuk menjual mobil. Penyebabnya adalah situasi ekonomi yang melemah," ungkap dia.

Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Daftar Pemain Cedera dan Sanksi Inggris Lawan Norwegia: Thomas Tuchel Rombak Pertahanan Redam Erling Haaland
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Norwegia vs Timnas Inggris di Piala Dunia 2026: Thomas Tuchel Putar Otak Redam Ledakan Erling Haaland
