Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 04.43 WIB

6 Risiko Telat Ganti Oli Mobil yang Harus Diketahui Pemilik Kendaraan

Ilustrasi teknisi mengganti oli mesin mobil di bengkel resmi (Dok. Wuling) - Image

Ilustrasi teknisi mengganti oli mesin mobil di bengkel resmi (Dok. Wuling)

JawaPos.com - Mengganti oli mesin tepat waktu adalah langkah penting untuk menjaga performa kendaraan dan mencegah kerusakan serius. Telat mengganti oli bukan sekadar kelalaian, tetapi bisa berujung pada biaya perbaikan hingga belasan juta rupiah.

Dilansir dari laman resmi Auto2000 dan Nasmoco, oli berfungsi melumasi, mendinginkan, sekaligus melindungi komponen mesin dari gesekan. Ketika kualitasnya menurun atau jadwal penggantian diabaikan, maka kerusakan dapat terjadi secara bertahap dan mengganggu kenyamanan berkendara.

Berikut beberapa risiko yang wajib dipahami pemilik kendaraan ketika sering telat mengganti oli mesin:

1. Kerusakan Komponen Mesin

Oli yang sudah aus dan kotor tidak lagi mampu melumasi bagian penting mesin seperti piston, crankshaft, dan camshaft. Gesekan antarlogam terjadi lebih intens, mempercepat keausan dan menimbulkan suara kasar pada mesin. Jika dibiarkan, kerusakan bisa menjalar hingga ke ruang bakar dan sistem lainnya.

2. Penurunan Performa Kendaraan

Mesin yang tidak terlumasi dengan baik bekerja lebih berat. Gejalanya terlihat dari akselerasi yang menurun, suara mesin lebih bising, hingga konsumsi bahan bakar lebih boros. Kondisi ini sering membuat pemilik mobil salah kaprah mengira mesin bermasalah, padahal akar persoalannya hanya telat mengganti oli.

3. Risiko Mesin Overheating

Selain pelumas, oli juga bertugas mengalirkan panas. Oli yang kental, kotor, atau jumlahnya berkurang tidak bisa lagi menyalurkan panas dengan baik. Dampaknya, suhu mesin cepat naik, berisiko overheating, bahkan dapat merusak komponen vital seperti gasket atau silinder.

4. Efisiensi Bahan Bakar Menurun

Gesekan berlebih membuat mesin mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghasilkan performa normal. Kondisi ini otomatis meningkatkan konsumsi bahan bakar, sehingga biaya operasional kendaraan semakin tinggi.

5. Biaya Perbaikan Mahal

Telat mengganti oli bisa berakibat fatal pada dompet. Kerusakan parah di ruang mesin dapat memaksa pemilik mobil melakukan overhaul dengan biaya perbaikan mencapai belasan juta rupiah. Dalam kasus ekstrem, mesin bahkan perlu diganti total.

6. Umur Kendaraan Lebih Singkat

Perawatan mesin yang buruk, termasuk telat mengganti oli, memperpendek usia kendaraan secara keseluruhan. Mesin cepat aus, performa menurun, dan nilai jual kembali mobil otomatis ikut turun.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore