Pelanggan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu pom bensin di kawasan Tebet, Jakarta, Sabtu (6/9/2020). Pertamina menegaskan bahwa pihaknya akan masih menjual bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium dan Pertalite di SPBU. Kendati demikian, rencana
JawaPos.com-Banyak pemilik kendaraan bermotor yang kerap berpindah-pindah jenis BBM tanpa menyadari efeknya terhadap mesin kendaraan. Meski terlihat sepele, kebiasaan ini bisa membawa dampak negatif yang serius dalam jangka panjang, mulai dari penurunan performa hingga meningkatnya biaya perawatan.
Konsistensi dalam menggunakan bahan bakar sangat penting untuk menjaga kondisi mesin tetap optimal. Ketidaksesuaian jenis BBM yang digunakan bisa membuat mesin bekerja tidak stabil, yang lambat laun dapat merusak komponen internal.
Berikut 5 dampak utama dari kebiasaan gonta-ganti BBM seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Penurunan Performa Mesin
Mengganti-ganti jenis bahan bakar bisa membuat performa mesin melemah. Mesin menjadi terasa berat, lamban saat dihidupkan, terutama saat kondisi dingin dan menunjukkan gejala bekerja tidak konsisten.
Ketidakstabilan ini mengganggu sistem pembakaran dan menyebabkan suhu mesin meningkat, yang akhirnya memengaruhi efisiensi dan kenyamanan berkendara.
2. Komponen Mesin Cepat Rusak
Ruang bakar, piston, dan ring piston adalah beberapa komponen yang rentan mengalami kerusakan akibat bahan bakar yang tidak sesuai standar atau terus berubah-ubah.
Ketidaksesuaian tersebut menimbulkan gesekan yang tidak wajar, mempercepat keausan, dan bahkan menyebabkan katup menjadi longgar. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menuntut penggantian komponen yang biayanya tidak murah.
3. Konsumsi BBM Jadi Lebih Boros
Mesin yang harus beradaptasi terus-menerus dengan jenis bahan bakar berbeda akan bekerja lebih keras dan kurang efisien. Akibatnya, kendaraan membutuhkan lebih banyak BBM untuk menghasilkan tenaga yang sama, membuat konsumsi bahan bakar meningkat dan pengeluaran pun bertambah.
4. Emisi Gas Buang Naik
Penggunaan BBM yang tidak konsisten bisa menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna, memicu peningkatan emisi gas buang. Ini tak hanya berdampak buruk pada lingkungan, tetapi juga bisa merusak komponen seperti katalisator yang berfungsi mengurangi polusi. Selain merugikan lingkungan, kerusakan ini juga mengurangi umur kendaraan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
