Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Juli 2024 | 02.27 WIB

Sepak Terjang Baic Sebelum Masuk Indonesia

BAIC BJ 40 Plus. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

BAIC BJ 40 Plus. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Jenama otomotif asal Tiongkok Baic memang belum familiar di Indonesia. Memanfaatkan GIIAS 2024 Baic mencoba mendekatkan diri ke konsumen melalui beberapa produk yang diluncurkan.

Sebagai informasi, Jinggangshan merupakan kendaraan sedan pertama Baic yang dilansir tahun 1958. Pabrikan ini terus menerus menorehkan sejarah baru di dunia otomotif.

Baic secara masif melakukan riset dan pengembangan yang menitik beratkan pada inovasi teknologi dengan prinsip “craftsmanship at heart”.

Filosofi tersebut menggambarkan setiap langkah yang dilakukan merupakan bagian dari misi untuk terus berinovasi menuju teknologi otomotif yang cerdas, hemat energi dan aman.

Di usia 25 tahun berkiprah di industri otomotif, untuk pertama kalinya Baic mengembangkan bisnisnya dengan Joint Venture dengan pabrikan otomotif asal Amerika dan membentuk Beijing Jeep Corporation di tahun 1983.

Keberhasilannya dalam kerjasama tersebut membuahkan Joint Venture berikutnya dengan pabrikan global asal Korea di tahun 2002. Kemudian membentuk Beijing Hyundai Motor Co., Ltd, 3 tahun kemudian.

Kesuksesannya tercermin dengan kepercayaan pabrikan otomotif asal Stuttgart, Jerman yang terkenal dengan produk premiumnya dan membentuk Beijing Benz Automotive Co., Ltd, pada tahun 2005.

Sejarah-sejarah besar industri otomotif dunia terus dicetak oleh Baic Group. Membangun pabrikan Commercial Vehicle yang sukses besar dan dikenal memiliki penjualan nomer satu di dunia yaitu Foton Motor Co.,Ltd pada tahun 1996.

Group ini terus melebarkan sayap bisnisnya dengan membeli hak intelektual brand asal Swedia yaitu SAAB pada tahun 2009, mengakuisisi 100% saham pabrikan Automotive Roof System asal Belanda yang dikenal dengan dengan kualitasnya yang mumpuni yaitu INALFA pada tahun 2011.

Bahkan pada tahun 2016 grup ini membeli 35% saham Fujian Benz yang mengembangkan light commercial vehicle untuk beberapa brand yang cukup dikenal seperti Mercedes-Benz Viano, Sprinter dan V-Class.

Berkomitmen untuk terus melahirkan produk otomotif berkualitas, pada tahun 2018 kerjasama dengan Magna dilakukan untuk membangun manufacturing base serta melakukan riset dan pengembangan untuk membuat high-end battery electric vehicle (BEV).

Magna sendiri merupakan pabrikan part otomotif terbesar di Amerika Utara yang telah bekerjasama dengan berbagai brand ternama dari berbagai belahan dunia.

Tidak mudah puas untuk terus membuktikan komitmennya yang luar biasa di dunia otomotif global, pada bulan Desember 2021, BAIC GROUP secara resmi menjadi pemilik saham terbesar DAIMLER AG sebesar 9,98%.

Prestasinya tidak terbantahkan, telah menjadi salah satu dari 5 besar grup otomotif terbesar di Tiongkok dan diperhitungkan dalam Fortune Global 500 di posisi 193 melalui tiga fokus bisnisnya : complete vehicles, components & service trade dan dua lini produk utama yang mendunia yaitu Self owned brand : Baic, Foton, Arcfox, Beijing. Sedangkan joint venture brand terdiri dari Beijing Benz, Fujian Benz Beijing Hyundai.

Baic Group semakin menunjukkan keseriusannya untuk merambah di dunia internasional dengan dibentuknya Baic International pada tahun 2013 untuk dapat ikut serta memajukan industri otomotif dunia melalui inovasi-inovasi yang terus dikembangkannya dan berfokus pada overseas manufacture & international marketing.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore