Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 7 Desember 2023 | 15.11 WIB

Hindari Overcharging, Begini Cara Merawat Baterai Motor Listrik

Pengecasan baterai untuk sepeda motor listrik bisa dilakukan secara mandiri. (Istimewa) - Image

Pengecasan baterai untuk sepeda motor listrik bisa dilakukan secara mandiri. (Istimewa)

JawaPos.com - Kendaraan listrik khususnya roda dua kini mulai menjamur di kalangan masyarakat. Komponen untama dari moda ini adalah baterai yang menjadi penggerak utama sebagai sumber daya

Seperti diketahui baterai jadi komponen paling penting pada sebuah motor listrik untuk menjaga kinerja yang optimal. Bila pada motor konvensional hanya digunakan untuk memberi daya pada sistem elektrikal, maka pada motor listrik fungsinya sangat krusial.

Menurut General Manager PT Terang Dunia Internusa (pemegang merek motor listrik United E-Motor), Andry Dwinanda, ada beberapa jenis baterai yang dapat dijumpai pada motor listrik di Indonesia.

“Umumnya, ada 2 jenis baterai yang digunakan, yaitu Sealed-Lead Acid (SLA) dan baterai Lithium. Kedua jenis baterai tersebut dipakai di tipe-tipe motor listrik yang dirilis United E-Motor,” ungkapnya.

Sebagai informasi baterai SLA dapat ditemui di tipe United E-Motor MX1200, sedangkan baterai Lithium dapat ditemui di tipe T1800, TX1800 dan TX3000. Agar baterai dalam kondisi optimal perlu adanya perawatan dan ini sangatlah mudah.

Ada beberapa tips agar performa baterai tetap baik dalam penggunaan sehari-hari.

Pencegahan Overcharging 
Pastikan menggunakan charger yang sesuai dengan spesifikasi baterai. Pilih charger otomatis yang dapat menghentikan pengisian saat baterai mencapai kapasitas penuh.

Pemantauan Suhu 
Hindari pemanasan berlebih dengan tidak memarkir kendaraan di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Jangan biarkan baterai terlalu panas; perhatikan suhu baterai selama penggunaan.

Pencegahan Deep Discharge 
Hindari mengosongkan baterai hingga level yang sangat rendah secara berkala. Gunakan kendaraan secara teratur untuk mencegah baterai tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Pemantauan Gejala Tidak Normal
Perhatikan perubahan suhu atau bau yang tidak biasa dari baterai. Hentikan penggunaan jika ada gejala tidak normal dan dapatkan bantuan ahli.

Pemeliharaan Rutin
Lakukan pemeliharaan rutin sesuai panduan produsen. Periksa kabel dan konektor secara berkala untuk memastikan tidak ada korsleting atau kerusakan.

Penyimpanan yang Benar
Jika kendaraan tidak digunakan, simpan baterai dalam keadaan terisi sekitar 50%. Pilih tempat penyimpanan yang memiliki suhu stabil.

Perhatikan Indikator Keamanan
Baterai dengan Sistem Manajemen Baterai (BMS) memberikan indikator keamanan. Tanggapi dengan cepat jika ada peringatan atau indikasi masalah.

Penanganan Darurat
Siapkan peralatan pemadam api yang sesuai. Kenali prosedur darurat yang terkait dengan baterai dan kendaraan listrik.

Keamanan dan perawatan yang baik adalah kunci untuk memaksimalkan umur pakai baterai dan memastikan penggunaan kendaraan listrik yang aman. Pastikan untuk selalu mengikuti panduan dan petunjuk penggunaan yang disediakan oleh produsen

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore