Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 November 2023 | 13.36 WIB

Imbangi Performa, Nissan GT-R Listrik Ditenagai Baterai Solid State, Bobot Lebih Ringan

Nissan Hyper Force Concept, diyakini sebagai cikal bakal GT-R versi listrik. - Image

Nissan Hyper Force Concept, diyakini sebagai cikal bakal GT-R versi listrik.

JawaPos.com - Pengumuman Nissan untuk menggunakan All Solid State Battery (ASSB) pada tahun 2028 menjanjikan sebuah revolusi dalam solusi energi otomotif. Namun yang menarik perhatian para pecinta mobil adalah rencana pabrikan mobil Jepang tersebut untuk memasukkan teknologi ASSB ke dalam model ikonik GT-R mereka, yang diumumkan baru-baru ini.

Bukan sekedar pilihan acak. Lebih jauh, langkah strategis ini diambil dengan harapan dapat mengatasi salah satu hambatan terbesar bagi mobil sport listrik yakni bobot atau beratnya yang jadi membengkak.

Dilansir dari Motor1, baterai Solid State menawarkan kepadatan energi dua kali lipat baterai Lithium-ion dengan berat yang lebih ringan. Hal ini ditekankan oleh bos produk global Nissan, Ivan Espinosa yang menyebutkan bahwa musuh tradisional mobil sport adalah bobotnya.

ASSB berperan di sini, karena menawarkan kepadatan energi dua kali lipat dibandingkan baterai lithium-ion cair saat ini. Terobosan ini berarti para insinyur dapat mengintegrasikan baterai yang lebih kecil dan ringan tanpa mengurangi performa atau pengaturan tempat duduk 2+2 pada mobil.

Meskipun perusahaan sudah mempertimbangkan berbagai variasi, termasuk versi Nismo yang berfokus pada kinerja, ada kekhawatiran mendasar mengenai keterjangkauan. Espinosa berpendapat bahwa GT-R listrik tidak boleh menjadi “mobil super eksklusif”.

Namun, perlu dicatat bahwa harga GT-R telah meningkat secara dramatis. Dari sebelumnya dijual di angka USD 69.850 atau berkisar Rp 1,1 miliad pada tahun 2009 menjadi harga awal USD 120.990 atau berkisar Rp 1,9 miliar lebih pada model tahun 2024.

Timeline ASSB menunjukkan bahwa mereka belum siap hingga sekitar tahun 2028. Apakah ini berarti GT-R R35 yang ada saat ini akan bertahan hingga saat itu? Jawabannya masih belum diketahui.

GT-R R35 telah dihapuskan secara bertahap di Eropa karena pembatasan kebisingan, dan Australia juga mengikutinya karena standar keselamatan. Tampaknya GT-R R35 berada dalam pola bertahan, menunggu peluncuran ASSB yang mengubah permainan.

Sementara itu, Nissan juga sedang mempertimbangkan ide mobil sport listrik yang lebih terjangkau bagi konsumen muda. Namun seperti rekannya yang berperforma tinggi, ini tetap sebuah ide.

Oleh karena itu, bagi GT-R dan para penggemarnya, perjalanan menuju masa depan listrik tampak seperti maraton, dan bukan lari cepat. Ini akan memakan waktu, lumayan lama dan diperlukan sedikit kesabaran.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore