Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 April 2022 | 22.40 WIB

Memilih Jenis dan Perawatan Ban Sepeda Motor

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ban merupakan salah satu komponen penting sepeda motor yang berperan meningkatkan traksi roda pada jalanan serta meredam getaran ketika berkendara. Ban juga bersentuhan langsung dengan jalan sehingga memiliki peran penting.

”Keberadaan dan fungsi ban sangat penting dalam melancarkan aktivitas berkendara pengguna sepeda motor. Untuk itu perlu dipahami juga mengenai peran ban serta cara memilih ban sepeda motor. Kami memberikan beberapa penjelasan dan informasi mengenai hal itu yang dapat menjadi masukan bagi konsumen,” ungkap Muslian, Manager After Sales Main Dealer Yamaha PT Thamrin Brothers (Sumatera Selatan & Bengkulu).

Perlu diketahui, fungsi dari ban sepeda motor itu adalah menahan beban motor, pengendara dan yang diboncengi. Kedua adalah memindahkan putaran menjadi gerakan maju dan mempunyai kemampuan menghentikan kendaraan.

Fungsi ketiga adalah meredam getaran ketika kendaraan menerima momen saat berjalan dan berikutnya kemampuan menjaga dan merubah arah kendaraan.

Pilihan Ban Sepeda Motor


Ban tubeless dan ban dalam (tube)

Ban tubeless tidak menggunakan ban dalam dan tidak mudah bocor saat terkena benda tajam. Sedangkan ban tube menggunakan ban dalam dan bisa digunakan pada velg Cast Wheel (CW) dan Spoke Wheel (SW).

Ban radial dan ban bias

Ban radial merupakan tipe ban yang menggunakan lapisan, sedangkan ban bias menggunakan lapisan dan bahan serat nilon. Ban radial memiliki kontruksi kuat untuk grip, bobot ban lebih ringan, umur ban lebih panjang. Sedangkan ban bias kontruksi lebih kuat untuk menahan bobot yang berat, dinding ban lebih kuat.

Melihat kode ban


(contoh : 150 / 70 R 17 M/C 69 V). Bila dijabarkan angka 150 adalah lebar ban, angka 70 adalah tinggi ban. Lalu R merupakan jenis ban yaitu radial, sedangkan 17 adalah diameter velg ban.

Huruf M/C singkatan dari Motor Cycle diperuntukkan untuk sepeda motor, lalu angka 69 adalah batas maksimum namun bukan maksimal 69 kg berat yang bisa digunakan. Contoh 69 (Load Index) jadi 69 = beban bisa tahan mencapai 325 kg. Sedangkan V adalah informasi batas kecapatan maksimum. Contoh jika V = kecepatan 240 km/jam, ban itu bisa mampu menahan kecepatan motor tersebut

Tanda segitiga di dinding ban

Menunjukan keausan ban, jika kondisi ban sudah mepet ke tanda segitiga tersebut artinya ban tersebut sudah mengalami keausan dan wajib diganti.

Tips perawatan ban sepeda motor :

Ada beberapa tips yang harus dilakukan agar kondisi ban tetap terjaga demi keselamatan berkendara. Pertama adalah tekanan udara harus diperiksa sesuai dengan tipe motor, karena semakin tinggi cc motor semakin besar pula bobot/berat dari motor tersebut. Tekanan udara setiap tipe motor dapat dilihat di buku manual service.

Cek permukaan ban jika terdapat kerikil atau benda tajam yang menyangkut di ban, agar terhindar dari kebocoran ban. Lalu usahakan untuk menghindari jalan yang tidak rata agar terhindar dari kebocoran ban.

Usahakan beban tidak melebihi standar kapasitas motor tersebut. Karena ban akan cepat rusak jika beban terlalu berat. Disarankan saat melakukan pengereman tidak terlalu dekat dengan titik pemberhentian/stop karena jika terlalu dekat akan mengakibatkan ban motor terjadi slip.

Karena tekanan yang ada di nitrogen lebih stabil dan tidak terlalu cepat memuai jika dibandingkan dengan angin biasa. Semoga bermanfaat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore