
Motor dengan bahan bakar hydrogen. (dok.Otorider)
JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah merencanakan sebuah langkah besar dengan menyelenggarakan uji jalan untuk kendaraan berbasis hidrogen pada Juli 2026 mendatang. Langkah ini merupakan bagian integral dari rangkaian acara Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026, yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan ekosistem hidrogen di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, beragam jenis kendaraan berbahan bakar hidrogen dijadwalkan menjalani pengujian langsung di jalan raya. Mulai dari bus hidrogen, mobil berbasis hidrogen, hingga sepeda motor hasil konversi akan diuji performanya dalam kondisi nyata.
Melalui momentum ini, Indonesia semakin menunjukkan komitmennya terhadap penggunaan energi terbarukan dan energi ramah lingkungan demi masa depan yang lebih berkelanjutan.
“Acara ini (GHES) juga akan menghadirkan berbagai program utama seperti konferensi, business matching, hydrogen road test, dan hydrogen vehicle test drive,” ujar Wakil Menteri ESDM Yuliot saat membuka GHES secara virtual di Kantor Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE), Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu (11/2).
Road Test Kendaraan Hidrogen di Sudirman–Thamrin
Rencananya, hydrogen road test akan digelar pada 23 Juli 2026 dengan rute Sudirman–Thamrin, Jakarta. Uji coba ini melibatkan berbagai jenis kendaraan berbasis hidrogen, mulai dari bus, mobil penumpang, hingga sepeda motor konversi.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tidak hanya mendorong penggunaan hidrogen di sektor industri, tetapi juga mulai mengarah ke sektor transportasi ramah lingkungan.
Pemerintah Dorong Ekosistem Hidrogen Nasional
Yuliot menegaskan bahwa penyelenggaraan GHES 2026 merupakan upaya strategis pemerintah untuk meyakinkan para pemangku kepentingan mengenai potensi besar industri hidrogen di Indonesia.
Selama ini, pemanfaatan hidrogen di Tanah Air masih didominasi oleh industri pupuk dan kilang minyak, dengan konsumsi nasional mencapai sekitar 1,75 juta ton per tahun. Namun ke depan, pemerintah ingin penggunaan hidrogen meluas, termasuk untuk transportasi berbasis energi bersih.
Hidrogen Jadi Energi Strategis Nasional
Pemerintah Indonesia telah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru (SEB) strategis melalui Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025.
Dalam peta jalan energi nasional, hidrogen diproyeksikan berkontribusi sekitar 10–12 persen terhadap bauran energi primer nasional pada 2060. Target ini menjadi bagian penting dari komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.
Melalui GHES 2026, pemerintah ingin memperkuat kolaborasi lintas sektor—mulai dari industri, transportasi, hingga investor global—untuk membangun ekosistem hidrogen nasional yang terintegrasi.
Menuju Era Kendaraan Hidrogen di Indonesia?

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
