Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 20.35 WIB

Tiga Rumus Kapan Waktu Tepat Mengganti Busi Motor

Sepeda motor mogok tiba-tiba bikin jengkel, bisa jadi karena masalah busi. (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sepeda motor mogok tiba-tiba bikin jengkel, bisa jadi karena masalah busi. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - 

Komponen busi pada kendaraan bermotor sangat vital keberadaannya, akan tetapi tak sedikit pemilik kendaraan bermotor kurang memahami peran penting busi.

Bahkan sering kali pemilik kendaraan mengabaikan dalam perawatan rutin. Keausan busi bisa memengaruhi performa mesin dan efisiensi bahan bakar. Kondisi busi yang tidak baik bisa menjadi indikator adanya masalah dalam mesin motor yang dimiliki.

Dalam menjaga performa mesin tetap baik, busi perlu diganti dalam jangka waktu tertentu dan intervalnya berbeda-beda tiap pabrikan.

Beberapa pabrikan busi sudah menentukan waktu yang tepat melakukan penggantian busi untuk memudahkan pemilik motor.

Karena meskipun pabrikan sudah menentukan waktu tepat penggantian busi namun perlu diketahui itu merupakan angka standart.

Anda sebagai pengguna kendaraan akan lebih baik memeriksa secara langsung bagaimana kondisi busi, misalnya digunakan setiap hari di medan yang berat maka usai pakai akan lebih cepat.

Jangan lupa Anda juga harus mengetahui jenis busi yang digunkan. Karena jangan sampai saat mengganti busi menggunakan jenis yang berbeda, ini sangat berbepanguruh pada performa dll.

Menurut Diko Oktaviano selaku Technical Support PT Nittera Mobility Indonesia, produsen busi NGK, sebelum mengetahui periode penggantian, kenali terlebih dahulu jenis businya.

Ada tiga jenis jika dilihat dari materialnya, yakni busi nikel, busi dengan logam mulia tunggal (iridium), dan busi dengan logam mulia ganda (laser iridium).

"Dari ketiga jenis busi, logam mulia ganda atau laser iridium memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan nikel atau logam mulia tunggal," ujar Diko kepada JawaPos.

Diko menambahkan bahwa untuk motor yang menggunakan busi nikel sebaiknya dilakukan penggantian busi pada 6.000 km sampai 10.000 km.

Kemudian, untuk busi yang terbuat dari bahan logam mulia tunggal, bisa tahan dua kali lipat hingga tiga kali lipat dari nikel.

"Busi yang menggunakan bahan logam mulia ganda atau laser iridium waktu penggantiannya jauh lebih panjang, di motor bisa mencapai 48.000 km," kata Diko.

Agar mudah dipahami kapan waktu penggantian busi, Diko memberikan tiga cara lain untuk menentukan periode penggantian busi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore