Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Maret 2025 | 12.31 WIB

Pemudik dengan Kendaraan Pribadi Diprediksi akan Mendominasi, Pastikan Ban Mobil dalam Keadaan Prima demi Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan

Pengecekan ban mobil penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan mudik. - Image

Pengecekan ban mobil penting dilakukan sebelum melakukan perjalanan mudik.

JawaPos.com-Seperti tahun-tahun sebelumnya, arus mudik akan didominasi oleh para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, terutama mobil. Perkiraan jumlahnya mencapai 33,6 juta jiwa.

Faktor keamanan dan keselamatan tentu harus menjadi perhatian utama para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka harus memastikan segala komponen pada mobil mereka dalam kondisi prima, sehingga tidak menimbulkan risiko bahaya saat dibawa menempuh perjalanan jauh ke kampung halaman.

“Keamanan dan kenyamanan dalam berkendara selalu menjadi perhatian utama kami, untuk itu Bridgestone terus menggalakkan program Hands Campaign, kampanye global Bridgestone akan keselamatan berkendara,'' ucap Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat
Sutikno.

Dia menambahkan, untuk perjalanan mudik tahun ini, satu hal yang juga perlu menjadi perhatian, Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan masih akan berlangsung sepanjang Maret, bertepatan dengan rencana perjalanan mudik masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, pengemudi diimbau untuk memastikan kesiapan kendaran sebelum melakukan perjalanan jauh. Karena kondisi jalan yang basah dan licin dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika ban kendaraan tidak dalam kondisi optimal.

Ban mobil memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas kendaraan, terutama di jalanan yang basah. Salah satu risiko yang sering terjadi saat berkendara dalam cuaca hujan adalah aquaplaning atau hydroplaning. Selain itu, ban yang aus atau tekanan angin yang tidak sesuai dapat menyebabkan jarak pengereman lebih panjang, meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Saat menikung, kurangnya cengkeraman ban juga bisa menyebabkan kendaraan keluar jalur.
Fisa Rizqiano, deputy head of OE Sales Bridgestone Indonesia menyarankan, untuk memastikan ban dalam kondisi baik. Langkah pertama yang dapat dilakukan, periksa kondisi ban secara visual. Pastikan tidak ada goresan atau benjolan pada dinding samping ban.

Periksa juga kedalaman telapak ban dan pastikan belum menyentuh TWI (Tread Wear Indicator). Jika sudah mencapai batas 1.6mm, ban perlu diganti untuk mencegah risiko aquaplaning, kehilangan kontrol, dan jarak pengereman yang lebih panjang.

“Pastikan juga tekanan angin sesuai spesifikasi pabrikan yang dapat dilihat di frame pintu pengemudi atau buku manual. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengurangi daya cengkeram, meningkatkan risiko slip saat hujan, mengurangi kenyamanan, serta menyebabkan keausan ban yang tidak merata,” jelas Fisa.

Selain itu, sebelum perjalanan, sebaiknya pastikan ban cadangan tersedia dan siap pakai. Isi tekanannya sekitar 5 Psi lebih tinggi untuk mengantisipasi pengurangan tekanan alami. Jika kendaraan tidak memiliki ban cadangan, pastikan tire repair kit selalu siap digunakan.

Lebih lanjut Fisa menekankan, untuk itu penting bagi pengemudi untuk menggunakan ban yang sesuai. Untuk ban dengan performa optimal di lintasan kering dan basah, Bridgestone sudah meluncurkan produk Turanza 6 dan Ecopia EP300 yang sudah disematkan teknologi ENLITEN, yaitu teknologi yang menjadikannya ban lebih ringan, efisien, dan ramah lingkungan.
Selain itu, teknologi ini memberikan performa terbaik dalam berbagai kondisi jalan, menjadikannya pilihan ideal baik untuk kendaraan konvensional maupun mobil listrik. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore