Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 18 Januari 2025 | 17.16 WIB

Populasi Mobil Listrik Tumbuh Pesat di Tiongkok, Jumlahnya Mencapai 31,4 Juta Unit pada 2024

Ilustrasi lalu-lintas di Tiongkok yang mulai dipenuhi mobil listrik. (China Daily) - Image

Ilustrasi lalu-lintas di Tiongkok yang mulai dipenuhi mobil listrik. (China Daily)

JawaPos.com-Beberapa waktu belakangan, perhatian dunia otomotif banyak tertuju ke Tiongkok. Hal itu karena inovasi dan ekspansi besar-besaran produsen otomotif asal Negeri Tirai Bambu di bidang otomotif, terutama kendaraan listrik.

Lantas, bagaimana pertumbuhan kendaraan listrik di Tiongkok sendiri? Sepanjang 2024 lalu, NEV (New Electric Vehicle) menyumbang hingga 41,83 persen dari total mobil baru yang terdaftar di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa tersebut. NEV di Tiongkok tidak hanya merujuk pada mobil listrik, tetapi juga mobil hidrogen dan mobil plug-in hybrid.

Statistik menunjukkan, pada akhir 2024 terdapat total 353 juta mobil di Tiongkok dengan 31,4 juta di antaranya adalah NEV. Hal itu berarti populasi NEV di Tiongkok hampir mendekati angka 9% dari keseluruhan jumlah mobil di negara tersebut.

Namun dibanding mobil hidrogen dan mobil plug-in hybrid, mobil listrik masih mendominasi segmen NEV dengan populasi 22,09 juta unit. Artinya, 70,34 persen NEV di Tiongkok adalah mobil listrik.

Statistik itu menunjukkan pertumbuhan NEV yang begitu pesat di negara tersebut. Pada 2019, NEV yang terjual per tahunnya masih berada di angka 1,2 juta unit. Hanya dalam kurun waktu lima tahun, tepatnya pada 2024 lalu, meningkat hampir 10 kali lipat menjadi 11,25 juta.

Memasuki tahun 2025, penjualan NEV di Tiongkok diprediksi semakin tinggi. Hal itu karena pemberian berbagai subsidi dan insentif dari pemerintah yang bertujuan mempercepat migrasi masyarakat ke NEV. Seperti diketahui sebelumnya, setiap orang di Tiongkok yang menukar mobil lamanya dengan mobil baru otomatis akan memperoleh subsidi jika mobil barunya termasuk dalam kategori yang disyaratkan.

Rinciannya adalah, jika menukar dengan NEV, langsung mendapat subsidi sebesar 20 ribu Yuan (Rp 44,7 juta). Sedangkan jika menukar dengan mobil bermesin bakar, tetap mendapat subsidi asalkan kapasitas mesinnya tidak lebih dari 2.000cc. Subsidinya juga lebih kecil, yaitu 15 ribu Yuan (Rp 33,5 juta).

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga terus menggenjot pembangunan fasilitas-fasilitas pengisian daya di seluruh negeri. Dengan biaya operasional selama kepemilikan yang lebih rendah dari mobil bermesin bakar, diyakini membuat masyarakat Tiongkok semakin terpincut untuk beralih ke NEV. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore