
Filter motor matic. (Yamaha)
JawaPos.com - Belakangan ini muncul tren penggunaan open filter atau lubang udara dilubangi untuk motor matic atau skuter matic (skutik). Memang dari segi tampilan terlihat lebih menarik, tetapi dapat memicu kerusakan.
Sebelum itu, ketahui dulu fungsi dasar dari filter udara pada motor. Motor membutuhkan udara yang steril untuk melakukan fungsi pembakaran bahan bakar (bensin). Oleh sebab itu, setiap motor yang dipakai secara harian (daily use) pasti memasang filter udara untuk digunakan menjalankan fungsi sterilisasi udara, karena pembakaran membutuhkan udara yang bersih dan steril.
Ketika filter udara ditiadakan (open filter), otomatis udara yang masuk tidak akan steril dan terdapat kemungkinan pula benda asing ikut masuk ke jalur udara menuju ruang bakar. Komponen pertama yang bakal mengalami kerusakan adalah sensor throttle body.
Pasalnya, udara kotor akan merusak sensor dan dapat berimbas hingga malfungsi pada ECU, karena keduanya terhubung. Lalu jika melubangi filter udara dilakukan, udara justru tidak bisa masuk secara maksimal.
Dilansir dari Nusantara Sakti, karena pelubangan filter udara umumnya dilakukan pada bagian belakang, yang notabene filter udara sudah memiliki desain lubang pada bagian depan bawah. Jika lubang pada filter udara memiliki dua posisi yaitu depan dan belakang, maka udara pasti lewat saja dan tidak dapat diserap filter dengan maksimal.
Oleh sebab itu, tindakan open filter (melepas filter udara) dan melubangi filter udara tidak disarankan. Meskipun secara tarikan gas atas dapat memiliki sensasi lebih ringan, tetapi tindakan ini sangat tidak disarankan. Hal itu demi menjaga komponen sensor throttle body agar tidak rusak. Serta, tidak merusak ECU yang bisa memakan biaya yang besar.
Selain kerusakan yang dapat muncul pada sensor throttle body, kotoran yang masuk karena udara yang tidak steril akan mengeras dan menutupi bagian injektor. Dengan injektor yang jadi tersumbat dan rusak karena kotoran yang datang dari udara tidak steril, maka penyaluran bahan bakar tidak bisa sempurna menuju ruang bakar dan dapat menyebabkan motor "brebet-brebet."
Selain dari injektor tersumbat dan rusak, klep piston juga menjadi lebih cepat aus karena sisa pembakaran (karbon) dan udara kotor yang mengendap pada bagian bibir klep piston. Dengan begitu open filter dan melubangi filter udara dapat menyebabkan empat macam kerusakan di kemudian waktu, yaitu kerusakan sensor throttle body hingga ke ECU, kerusakan injektor karna kotoran yang menyumbat, dan pengausan bibir klep piston karna karbon dan udara kotor yang mengendap.
Open filter atau melubangi filter (udara) tidak disarankan pabrikan karna merubah desain standar keselamatan motor, kerusakan akan timbul mulai dari sensor throttle body, ECU juga bisa rusak, injektor akan cepat rusak karna tersumbat kotoran, dan paling parahnya di bagian klep piston yang cepat aus akibat karbon dan kotoran udara yang bersarang.
Dengan hal ini kembali dapat dipastikan bahwa open filter sangat tidak disarankan pada motor injeksi maupun non-injeksi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
