Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 03.05 WIB

Transmisi Matic Pada Mobil Ternyata Juga Bisa Overheat, Ini Ciri-cirinya

Ilustrasi: Transmisi matic pada mobil memberikan kenyamanan lebih pada penggunanya. (Hyundai). - Image

Ilustrasi: Transmisi matic pada mobil memberikan kenyamanan lebih pada penggunanya. (Hyundai).

JawaPos.com - Saat ini mobil dengan transmisi automatic alias matic semakin diminati terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perkotaan. Kondisi lalu lintas yang padat membuat pengendara harus mengalami keadaan stop and go saat berkendara. 
 
Tren ini semakin didukung oleh para produsen mobil yang selalu menghadirkan varian matic dalam setiap modelnya. Namun demikian, mobil matic membutuhkan sedikit perawatan ekstra terutama pada bagian girboks transmisi. 
 
Hal itu bukan tanpa sebab, biaya perbaikan girboks transmisi matic sedikit lebih mahal dibandingkan transmisi manual. Tentu saja hal tersebut berbanding lurus dengan kenyamanan dan akselerasi yang didapatkan, baik yang bertipe AT, CVT, DCT dan AMT.
 
 
Salah satu masalah yang bisa juga datang pada transmisi automatic adalah overheat atau kepanasan. Dilansir dari Honda Bintang, ada beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali untuk diagnosa awal transmisi automatic pada mobil mengalami overheat.
 
Transmisi matic overheat bisa disebabkan oleh intensitas pemakaian mobil secara terus menerus tanpa henti. Lama-kelamaan komponen gear dalam girboks bisa aus karena gesekan tinggi atau body valve yang jebol karena panas.
 
Ciri awal yang dapat dikenali saat transmisi matic mengalami overheat adalah munculnya indikator peringatan di panel instrumen. Biasanya akan muncul simbol gear berwarna kuning di layar MID yang menandakan bahwa suhu transmisi tinggi. 
 
Ciri lain yang bisa diamati saat transmisi matic sudah overheat adalah terjadinya slip. Slip pada transmisi matic ditandai dengan peningkatan putaran mesin secara cepat namun tidak dibarengi dengan peningkatan kecepatan mobil. 
 
 
Kalau sudah seperti itu, hal pertama yang harus dilakukan adalah segera cari tempat aman untuk berhenti. Saat mobil telah berhenti, posisikan tuas transmisi ke posisi N (Netral) dan biarkan mesin dalam kondisi menyala selama 15 sampai 30 menit.
 
Meninggalkan mesin tetap dalam keadaan hidup berguna untuk tetap menjaga sirkulasi oli transmisi di dalam girboks. Oli transmisi menghasilkan tekanan dari putaran mesin saat menyala, tekanan ini berguna untuk membantu sirkulasi oli transmisi ke cooling system sampai suhu girboks kembali normal.
 
Terakhir, jika transmisi matic pernah mengalami overheat, segera kuras oli transmisi dan ganti dengan yang baru. Saat menerima berlebih, kualitas oli transmisi akan jauh berkurang dan bisa saja menyebabkan kejadian serupa dikemudian hari.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore