Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Desember 2022 | 06.35 WIB

Mengemudi Mobil Jarak Jauh, Pakar Ingatkan Soal Emosi

Foto: Ilustrasi: Emosi perlu dijaga saat berkendara jarak jauh. Jangan agresif supaya selamat sampai tujuan. (LevelHead). - Image

Foto: Ilustrasi: Emosi perlu dijaga saat berkendara jarak jauh. Jangan agresif supaya selamat sampai tujuan. (LevelHead).

JawaPos.com - Masyarakat Nasrani merayakan Hari Natal pada Minggu (25/12) besok. Sepekan kemudian, bertepatan pula dengan malam pergantian tahun baru. Anak-anak juga sudah memasuki libur sekolah. Praktis, banyak masyarakat yang memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh.

Terkait dengan hal ini, sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi juga memprediksi akan terjadi kepadatan lalu lintas di jalan tol yang membentang dari Jakarta sampai Semarang. Hal ini disampaikan Budi saat meninjau volume lalu lintas lewat helikopter dari Halim hingga ke Cikampek pada periode libur Hari Raya Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Kemenhub juga memprediksi akan terjadi mobilisasi mayarakat sebesar 44 juta yang melakukan perjalanan mudik di momen Nataru kali ini. Dengan demikian, bagi Anda yang tetap ingin melanjutkan perjalanan liburan, khususnya mengemudi mobil pribadi, pastikan untuk berhati-hati.

Betapa tidak, perjalanan jauh ratusan atau ribuan kilometer tentu akan menguras energi. Pakar keselamatan berkendara, Sony Susmana dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengingatkan, dibutuhkan kesiapan fisik, mental dan pastinya kendaraan harus dalam kondisi prima.

"Untuk mengurangi risiko kecelakaan, idealnya menerapkan gaya berkendara defensive driving. Artinya pengemudi menitik beratkan pada perilaku dalam membaca potensi bahaya, memahami kemampuan diri, tidak menargetkan waktu ketibaan dan lain-lain," terang Sony kepada JawaPos.com, Jumat (23/12).

Selanjutnya, yang harus diperhatikan juga adalah stamina. Jika lelah, istirahat. Proses rehat ini juga baiknya dilakukan secara periodik selama perjalanan. Istirahatlah secara berkala.

Penting juga untuk dicatat, jangan ngebut. Memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi memang diketahui menjadi salah satu sebab dominan kecelakaan lalu lintas. Bisa karena banyak faktor, pecah ban, hilang kendali, ban selip dan sebagainya.

"Jangan overspeed. Pastikan juga untuk menjaga emosi. Mengemudi santai, rileks, tetap waspada, jangan agresif," tandas Sony.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore