
Helm keren buatan anak bekasi berlabel SNI
JawaPos.com – Anak muda di Indonesia tak pernah ketinggalan urusan kreatifitas. Usaha kecil-kecilan bahkan bisa diupayakan hingga menjadi brandnya sendiri. Salah satunya adalah tim Boshelm dari Galaxi Barat, Bekasi, Jawa Barat.
JawaPos.com menemui salah satu penggawanya, Alif Hurkon pada helatan Parjo Red Carpet di ICE, BSD, Tangerang, Jumat (5/9). Pria ramah ini membagi cerita, ketika mereka berjibaku dengan brand helm custom yang mereka geluti dan pelihara sejak tahun 2014.
Katanya Boshelm awalnya adalah sebuah usaha jualan helm kecil-kecilan milik temannya Bagus di sebuah gerai di Galaxi Barat, Bekasi. Ketekunan temannya menjual helm akhirnya melahirkan kepercayaan dari keluarganya.
“Awalnya di Galaxi kita jual helm merek-merek umum seperti KYT, NHK dan lainnya. Dapat kepercayaan dari keluarga, akhirnya dimodalin untuk buat helm sendiri, karena keseriusannya belajar tentang helm,” kata Alif saat ngobrol di boot berukuran 3x4 Pojok ICE, BSD.
Modal link yang mereka miliki, mereka menghubungi teman-temannya di Solo yang selama ini sudah biasa membuat helm di home industry beberapa tempat di Solo. Akhirnya mereka pun meracik helm sendiri mulai dari desain, pembuatan batok, menempatan busa hingga finalisasi produk jadi helm berkualitas SNI.
“Materialnya kita pakai bahan fiber keras, desainnya kita buat sendiri dan busanya kita pakai busa khusus untuk helm yang biasa dipakai umum di helm,” ujarnya berbagi.
Keuletan mereka membuat mereka meyakinkan diri untuk mendaftarkan produk mereka ke lembaga otoritas SNI dan beberapa bulan setelah itu, model helm half face mereka sudah dilengkapi dengan logo SNI.
Boshelm menyediakan helm custom full face dan half face dengan kualitas sama bagusnya. Untuk helm full face dijual dengan haga kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 550 ribu. Sementara model half face dibanderol antara Rp 150 sampai 250 ribu.
Mereka juga menyediakan visor untuk kedua model tersebut dalam harga paket sesuai dengan harga helm dan tambahan visor dengan material yang mereka pakai untuk pembuatannya.
“Tambahan visor atau kaca dalam, ada yang dijepit pakai busa atau google bisa dibeli sendiri. Tapi kita juga siapin di toko. Biasanya untuk kaca kita ada harga paketan. Misalkan helm only, harga 400 tambah visor jadi Rp 450 untuk helm custom. Kalau half face misalkan Rp 75 ribu untuk kaca, jadi Rp 200 ribu,” terangnya.
Saat ini mereka memiliki tiga karyawan tetap di Solo dan 6 tenaga lepas. Sehari mereka bisa mengirim 15 sampai 20 buah helm ke costumer. Promosi dan sistem penjualan mereka awalnya dari mulut ke mulut, tetapi kemudian masuk ke ranah market place online. Mereka bahkan telah mengirimkan helm custom hingga papua bahkan ke Malaysia.
“Saat ini peminat paling besar ada di Jakarta bisanya kita kirim lewat ojek online kalu ada order. Satu hari kita bisa kirim 15 sampai 20 helm. Kita hanya punya satu toko di Kompleks Perumahan Griya Bintara Indah, No I,” tutupnya berpromosi.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
