
Photo
JawaPos.com - Indonesia bersiap menyambut era elektrifikasi. Tepatnya, kendaraan listrik. Karena itu, kawasan industri di seluruh penjuru negeri pun harus menyesuaikan diri. Misalnya, mulai menyeriusi industri baterai listrik yang punya potensi tinggi untuk berkembang.
"Masuknya industri-industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai memberikan peluang besar bagi Indonesia," ungkap Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia Rivan Munansa Minggu (14/2).
Itu juga membuka peluang bagi industri-industri lain untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia. Khususnya yang berkaitan dengan kendaraan listrik dan baterai.
Kini, menurut Rivan, penting bagi pemerintah untuk menganalisis kesiapan kawasan industri terhadap elektrifikasi. Kendaraan listrik dan baterai bakal menjadi bintang baru bagi sektor industri dan logistik. Namun, barang konsumsi dan e-commerce akan terus meluas. Demikian juga data center dan fasilitas cold storage.
"Dengan mempertimbangkan potensi dan peluang serta langkah-langkah khusus pemerintah, industri tampaknya siap menyambut era baru. Ini peluang juga bagi iklim investasi," urai Rivan.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa kawasan industri di luar wilayah Jabodetabek dan Pulau Jawa punya peluang yang baik. Apalagi, bakal ada banyak investor asing yang masuk Indonesia. Sejumlah perusahaan sudah menyatakan niatnya untuk berekspansi.
"Namun, mungkin tidak dalam waktu dekat," bebernya.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan bahwa calon-calon investor mulai mendekat. Sebagian besar menjajaki kerja sama terkait pengembangan industri baterai listrik. Salah satunya adalah Tesla. Industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik menjadi topik pembahasan utama dengan Tesla.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum dapat membeberkan besaran investasi atau skema kerja sama dengan Tesla. Namun, Agus optimistis kebijakan pemerintah selaras dengan upaya untuk mewujudkan ekosistem pengembangan mobil listrik di Indonesia.
"Sumber daya (bahan baku, Red) kita sudah sangat baik. Demikian juga aturan dan hitungan insentifnya," tegasnya.
baca juga: Nicke Widyawati: Potensi Motor Listrik Lebih Cepat dari Mobil Listrik
Selain Tesla, dua perusahaan lain telah sepakat untuk menanamkan modal di tanah air. Yakni, CATL yang akan berinvestasi USD 5,2 miliar (sekitar Rp 72,82 triliun) dan LG dengan investasi senilai USD 9,8 miliar (sekitar Rp 137,24 triliun).
Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier juga pernah menyebut ketertarikan Hyundai. Rencananya, Hyundai membangun pabrik di Indonesia.
"Intinya, produsen mobil listrik tertarik untuk masuk sehingga masyarakat punya lebih banyak pilihan," pungkasnya.
https://youtu.be/MfA71UTWfmI

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
