Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Februari 2021 | 16.33 WIB

Indonesia Bersiap Sambut Era Kendaraan Listrik

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Indonesia bersiap menyambut era elektrifikasi. Tepatnya, kendaraan listrik. Karena itu, kawasan industri di seluruh penjuru negeri pun harus menyesuaikan diri. Misalnya, mulai menyeriusi industri baterai listrik yang punya potensi tinggi untuk berkembang.

"Masuknya industri-industri baru seperti kendaraan listrik dan baterai memberikan peluang besar bagi Indonesia," ungkap Director Industrial & Logistics Services Colliers International Indonesia Rivan Munansa Minggu (14/2).

Itu juga membuka peluang bagi industri-industri lain untuk mengembangkan bisnis mereka di Indonesia. Khususnya yang berkaitan dengan kendaraan listrik dan baterai.

Kini, menurut Rivan, penting bagi pemerintah untuk menganalisis kesiapan kawasan industri terhadap elektrifikasi. Kendaraan listrik dan baterai bakal menjadi bintang baru bagi sektor industri dan logistik. Namun, barang konsumsi dan e-commerce akan terus meluas. Demikian juga data center dan fasilitas cold storage.

"Dengan mempertimbangkan potensi dan peluang serta langkah-langkah khusus pemerintah, industri tampaknya siap menyambut era baru. Ini peluang juga bagi iklim investasi," urai Rivan.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa kawasan industri di luar wilayah Jabodetabek dan Pulau Jawa punya peluang yang baik. Apalagi, bakal ada banyak investor asing yang masuk Indonesia. Sejumlah perusahaan sudah menyatakan niatnya untuk berekspansi.

"Namun, mungkin tidak dalam waktu dekat," bebernya.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menegaskan bahwa calon-calon investor mulai mendekat. Sebagian besar menjajaki kerja sama terkait pengembangan industri baterai listrik. Salah satunya adalah Tesla. Industri mobil listrik dan komponen utama baterai listrik menjadi topik pembahasan utama dengan Tesla.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) belum dapat membeberkan besaran investasi atau skema kerja sama dengan Tesla. Namun, Agus optimistis kebijakan pemerintah selaras dengan upaya untuk mewujudkan ekosistem pengembangan mobil listrik di Indonesia.

"Sumber daya (bahan baku, Red) kita sudah sangat baik. Demikian juga aturan dan hitungan insentifnya," tegasnya.

baca juga: Nicke Widyawati: Potensi Motor Listrik Lebih Cepat dari Mobil Listrik

Selain Tesla, dua perusahaan lain telah sepakat untuk menanamkan modal di tanah air. Yakni, CATL yang akan berinvestasi USD 5,2 miliar (sekitar Rp 72,82 triliun) dan LG dengan investasi senilai USD 9,8 miliar (sekitar Rp 137,24 triliun).

Direktur Jenderal Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier juga pernah menyebut ketertarikan Hyundai. Rencananya, Hyundai membangun pabrik di Indonesia.

"Intinya, produsen mobil listrik tertarik untuk masuk sehingga masyarakat punya lebih banyak pilihan," pungkasnya.

https://youtu.be/MfA71UTWfmI

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore