alexametrics

SIS Group Gunakan Teknologi Virtual Reality untuk Belajar Siswa

28 November 2021, 23:32:10 WIB

JawaPos.com – Saat ini memanfaatkan sebuah teknologi memang sudah menjadi kebutuhan di berbagai bidang, tak terkecuali pada bidang pendidikan. Apalagi dengan kondisi pandemi yang sekarang masih berlangsung, sebuah teknologi sangat dibutuhkan dalam menunjang proses pembelajaran.

Hal ini juga dilakukan oleh Singapore Intercultural School (SIS) Grup yang mempunyai cabang di Indonesia yang sudah mencapai usia 25 tahun sejak pertama kali berdiri. SIS memanfaatkan teknologi virtual reality (VR) dalam meningkatkan proses belajar mengajar.

Harus diakui bahwa teknologi VR bisa dibilang sukses diaplikasikan di dunia pendidikan seperti untuk mendukung visualisasi pada perkuliahan mahasiswa karena kemampuannya memvisualisasikan objek dalam wujud tiga dimensi (3D).

Teknologi VR mampu menciptakan simulasi yang mirip seperti dunia nyata, misalnya ketika kita sedang berjalan-jalan di sebuah kota di luar negeri atau dalam hal “komunikasi”. Bahkan dengan adanya teknologi VR juga mampu mensimulasikan sebuah dunia yang benar-benar berbeda, dan mampu melatih fokus.

Dengan basis kurikulum Singapura, Cambridge dan IB, SIS Group of Schools terus menggunakan teknologi pionir berupa VR dan berbagai platform unggulan lainnya untuk digunakan dalam pembelajaran.

Menurut dewan Direksi SIS, Alvin Hew mengatakan, “Kami bangga dengan kerja keras kami selama 25 tahun di Indonesia dengan menghadirkan pendidikan bertaraf internasional yang berkualitas dan terjangkau. Kami berharap dalam 25 tahun ke depan kami dapat terus menjadikan pembelajaran lebih menarik dan menghasilkan lulusan yang unggul tidak hanya di Indonesia tetapi juga di negara lain.”

Dalam situasi krisis dan keterbatasan dalam beraktivitas disituasi pandemi seperti ini teknologi VR sangat cocok digunakan dalam proses pembelajaran untuk mengurangi resiko dalam hal penularan virus. Belum lagi manfaat lain dalam menggunakan teknologi VR juga bisa didapatkan.

“Kami juga sadar bahwa teknologi begitu membantu di masa-masa krisis seperti ini, tetapi kami juga begitu antusias menanti terwujudnya suatu komunitas di mana kita bisa bertatap muka kembali, bersama-sama menghadapi 25 tahun kedepan,” pungkasnya.

Editor : Dony Lesmana Eko Putra




Close Ads