Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 Agustus 2021 | 06.16 WIB

Pola Strategi Dongkrak Penjualan Otomotif Tersendat Karena PPKM

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Strategi lain yang harus dilakukan adalah kegiatan pameran tahunan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021. Sayangnya hajatan tahunan ini mengalami penundaan.

Rencana awal yang akan digelar 12–22 Agustus, menjadi maju pada 9 – 19 September. Ketua Umum Gaikindo, Yohannes Nangoi beralasan perubahan jadwal ini karena fakta dilapangan adanya peningkatnya kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

“Penundaan GIIAS telah menjadi keputusan bersama Gaikindo dan para anggota, dengan harapan tentu di September keadaan telah lebih kondusif untuk kembali menyelenggarakan GIIAS,” katanya.

Melihat pengalaman penyelenggaraan beberapa tahun sebelumnya, kegiatan ini  terbukti menjadi momen dalam mendongkrak angka penjualan kendaraan bermotor (khususnya roda empat atau lebih) di Tanah Air. Wajar, di pameran ini bukan hanya produk atau model baru saja yang diperkenalkan, namun juga disertai kegiatan promosi penjualan.

Pameran GIIAS tidak hanya sarana eksibisi, namun juga menjadi wahana transaksi bagi diler (yang tentunya juga disokong oleh agen pemegang merek).

Harus diakui dalam masa pandemi Covid-19, gelaran GIIAS tak 100 persen bisa sesuai harapan dalam mendongrak pasar. Bukan hanya masyarakat enggan datang ke arena pameran karena pertimbangan kesehatan. Tapi juga perhitungan masalah kalkulasi mereka di tengah pandemi terhadap kemungkinan dampak ekonmi memburuk yang bisa terjadi dan menekan daya beli.

Apalagi rileksasi PPnBM berakhir hingga akhir Agustus 2021.  Harus diakui Kebijakan pemangkasan PPnBM hingga 0% terbuki “mujarab”, hal ini sempat diungkapkan Menteri Perindustrian Agus Gumwiang Kartasasmita. Dimana seperti disebutkan di atas, kebijakan PPnBM  pada Maret – Mei terjadi kenaikan penjualan mobil baru hingga 28,85%. April 2021, terjadi lonjakan penjualan mencapai 227%, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Bila berbicara diskon PPnBM 100% atau fasilitas PPnBM 0% dengan diundurnya penyelenggaraan GIIAS 2021, secara logis pastinya ada potensi besar yang hilang atau terlewat begitu saja.

Walaupun di September dan seterusnya hingga akhir tahun ada fasilitas diskon PPnBM juga, misalnya 50% atau 25% namun efek psikilogisnya berbeda.

Meskipun masih ada diskon setelah Agustus, namun pengaruh psikologisnya tidak sama karena besaran yang beda. Potensi daya dongkraknya pun berbeda.

Bila dilihat dari pola perilaku konsumen, istilah diskon sangat berpengaruh secara psikologis dalam keputusan membeli. Meski bukan faktor penentu atau faktor utama, akan tetapi program diskon cukup berpengaruh besar. Apalagi kalau besaran diskon itu besar, daya tariknya juga besar.

Namun meskipun kegiatan GIIAS sudah dipastikan ditunda kabarnya  pemerintah mempunyai wacana akan masih memberikan relaksasi potongan pajak atau diskon setelah Agustus, meski dengan besaran yang berbeda.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy menilai dukungan pemerintah tersebut akan memberikan efek domino yang positif untuk pelaku industri serta seluruh bidang usaha pendukung seperti perusahaan finansial dan asuransi.

Terkait proyeksi industri otomotif di semester II, Anton menilai masih perlu melihat perkembangan ke depan karena akan banyak faktor yang mempengaruhi. "Tapi harapannya tentu secara total pencapaian di tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun kemarin," ujar dia.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore